Vicky Prasetyo Terjerat Drama Rp213 Juta: Janji Manis Berujung Laporan!
Deteksi News – Jagat hiburan Tanah Air kembali dihebohkan dengan kabar tak sedap yang menyeret nama selebritas kontroversial, Vicky Prasetyo. Pria yang dikenal dengan julukan "Gladiator" ini dilaporkan ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan dan penggelapan dana senilai Rp213 juta terkait pengadaan perangkat audio atau sound system. Laporan ini dilayangkan oleh seorang pengusaha asal Surabaya, Fajar Ramadhon, pemilik Kapten Audio Surabaya, pada 11 Juni 2026.

Tak hanya Vicky, seorang wanita bernama Fiona Khairunisa alias Viona Fachrunisa juga turut terseret dalam pusaran kasus ini. Fajar mengisahkan, perkenalannya dengan Vicky bermula dari sebuah pertemuan di restorannya di Surabaya. Kala itu, Fajar yang mengidolakan Vicky, mengundang sang selebritas beserta timnya untuk bersantap bersama, sebuah momen yang ia kenang sebagai awal hubungan baik mereka.
Hubungan keduanya terjalin cukup akrab selama beberapa bulan. Kepercayaan pun mulai terbangun. Hingga suatu hari, Vicky menghubungi Fajar untuk kebutuhan perangkat audio bagi usaha kopi terbarunya, Kopi Revolusi, yang berlokasi di Semarang. Sebuah tawaran bisnis yang Fajar sambut dengan antusias.
"Mas Vicky WA sama saya, mau bangun kopi yang dinamakan Kopi Revolusi yang ada di Semarang. Terus minta penawaran sama saya. Saya hitungkan sesuai anggaran dan kebutuhan yang diminta," ungkap Fajar dalam wawancara daring Minggu, (14/6/2026), seperti dikutip dari deteksinews.co.id. Setelah tim Vicky melakukan survei langsung ke Kapten Audio Surabaya, perangkat yang ditawarkan Fajar pun disetujui. Tanpa ragu, Fajar kemudian mengirim dan memasang perangkat audio tersebut di lokasi usaha Vicky Prasetyo.
Namun, di sinilah drama bermula. Sebelum pemasangan, Fiona disebut menyampaikan kesepakatan pembayaran yang terdengar meyakinkan. "Katanya pembayarannya, barang datang saya dibayar 50 persen, sisanya dicicil tiga bulan. Saya percaya karena hubungan kami baik," tutur Fajar, dengan nada kecewa yang mendalam. Kepercayaan yang ia bangun dengan Vicky kini dipertaruhkan.
Ironisnya, setelah perangkat terpasang sempurna dan berfungsi, pembayaran yang dijanjikan tak kunjung menjadi kenyataan. Fajar mengaku berulang kali menagih, namun selalu berujung pada alasan penundaan yang tak berkesudahan. "Saya tanya masalah DP, dijawab nanti dulu. Saya pikir mungkin karena baru buka usaha, mereka lagi sibuk. Saya kasih waktu, tapi sampai sekarang belum ada pembayaran sama sekali," keluhnya, merasakan kekecewaan yang kian menumpuk.
"Saya sudah bilang, tolong jaga kepercayaan saya karena saya juga dipercaya bos saya. Saya benar-benar bantu barang ini. Tapi ternyata sampai sekarang belum ada pembayaran sama sekali," imbuh Fajar, merasakan pahitnya pengkhianatan kepercayaan yang ia berikan sepenuhnya.
Merasa tak ada itikad baik dan janji yang terus diabaikan, Fajar akhirnya menunjuk kuasa hukum untuk menempuh jalur hukum. Ia mengaku mengalami kerugian fantastis sebesar Rp213 juta akibat transaksi yang berujung buntu ini. "Semua yang saya omong ini saya pertanggungjawabkan dan ada buktinya. Sebelum membuat laporan polisi saya juga berpikir matang-matang," tegasnya, menunjukkan keseriusan dan tekadnya mencari keadilan.
Kuasa hukum Fajar, Descha Govindha, menjelaskan bahwa pihaknya telah melayangkan dua kali somasi kepada Vicky Prasetyo dan Fiona sebelum akhirnya melaporkan kasus ini. "Posisinya kami dua kali melakukan somasi ke Mas Vicky dan Fiona, dan dua-duanya tidak ada respons. Somasi pertama sempat direspons oleh salah satu orang kepercayaan mereka, yang menjanjikan pembayaran pada akhir Mei, tetapi tidak terealisasi," papar Descha, menjelaskan upaya persuasif yang gagal.
Descha menambahkan, pihaknya bahkan telah memberikan toleransi waktu tambahan selama satu pekan, berharap ada titik terang dari pihak Vicky. "Akhirnya kami masih tambahlah waktu satu minggu sebelum membuat laporan. Ternyata juga tidak ada itikad baik dari pihak Mas Vicky atau Vionanya. Akhirnya kami bikin laporan tanggal 11 kemarin ke Polda Jatim," pungkasnya, menandai akhir dari kesabaran mereka.
Sementara itu, Vicky Prasetyo sendiri beberapa waktu lalu sempat memberikan klarifikasinya. Ia mengaku kecewa dengan kualitas audio yang dikirim dan telah meminta manajemennya untuk mengembalikan perangkat tersebut kepada Fajar. Namun, kini bola panas kasus ini sudah bergulir di ranah hukum, siap mengungkap kebenaran di baliknya dan menambah daftar panjang drama kehidupan sang "Gladiator" di mata publik.






