Sivia Azizah Ungkap Kulit Lelah di Tengah Jadwal Padat

Celina

Celina

Sivia Azizah Ungkap Kulit Lelah di Tengah Jadwal Padat

Deteksinews.co.id – Kehidupan seorang selebriti memang kerap diwarnai dengan jadwal yang super padat. Bagi penyanyi Sivia Azizah, kesibukan tak hanya menguras energi fisik, tetapi juga berdampak signifikan pada kondisi kulitnya. Dari syuting, sesi podcast, hingga rutinitas olahraga yang intens, semua aktivitas ini ternyata memicu kondisi yang ia sebut sebagai "kulit capek" atau lelah.

Sivia menuturkan, salah satu indikator paling jelas yang ia rasakan ketika jadwalnya sedang padat adalah perubahan pada penampilan kulit. Kulit yang biasanya tampak sehat dan bercahaya, mendadak terlihat kusam, kehilangan rona alaminya, dan terasa kurang segar. Fenomena ini menjadi pengingat baginya untuk lebih peka terhadap kebutuhan tubuh dan kulitnya. "Jika jadwal sedang sangat padat, saya paling cepat menyadari ketika kulit mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan dan tampak kusam," ungkapnya dalam keterangan resmi.

Sivia Azizah Ungkap Kulit Lelah di Tengah Jadwal Padat
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Bagi pelantun lagu "Serene" ini, kondisi tersebut bukan sekadar masalah estetika, melainkan sebuah sinyal penting dari tubuh. Ia menekankan bahwa perawatan kulit yang efektif tidak bisa hanya bergantung pada satu jenis produk saja. Menurutnya, menjaga kesehatan kulit adalah sebuah pendekatan holistik yang melibatkan banyak aspek. "Bagi saya, merawat kulit itu bukan hanya tentang produk yang dipakai, tetapi juga bagaimana saya mengatur pola tidur, mengelola aktivitas harian, dan konsisten dengan rutinitas perawatan kulit," jelas Sivia.

Lebih lanjut, Sivia Azizah menggarisbawahi bahwa rutinitas perawatan kulit bukan semata-mata untuk mengejar tampilan yang instan, melainkan sebuah proses untuk memahami dan merespons kebutuhan kulit di tengah dinamika kehidupan sehari-hari. Ia menyukai pendekatan yang mendorong individu untuk lebih mengenal dan mendengarkan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh kulit mereka.

Pemahaman Sivia mengenai kondisi kulit di tengah aktivitas yang padat ini sejalan dengan konsep "Skin Longevity" yang diusung oleh Wardah. Dalam filosofi ini, kesehatan kulit dipandang secara menyeluruh, terintegrasi dengan gaya hidup, termasuk kualitas tidur, tingkat aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari. Wardah memperkenalkan konsep energi kulit melalui analogi yang menarik: "Your Skin Has A Battery" atau "Kulit Anda Memiliki Baterai".

Hana Namira, selaku Wardah Brand Representative, menjelaskan bahwa semakin banyak konsumen yang kini lebih memperhatikan asupan makanan, intensitas bergerak, dan kualitas istirahat mereka. Kesadaran akan keterkaitan antara gaya hidup dan kesehatan kulit ini menjadi dasar pengembangan konsep Wardah. Dalam pendekatan Wardah, pilar "REST" (istirahat) menjadi salah satu elemen krusial untuk menjaga kesehatan kulit, melengkapi pilar "EAT" (makan) dan "MOVE" (bergerak). Namun, produk perawatan kulit juga berperan penting sebagai dukungan eksternal untuk melengkapi kebiasaan baik tersebut.

Salah satu inovasi terbaru Wardah yang mendukung konsep ini adalah Wardah NAD+ Glow Energy Booster Serum. Serum NAD+ ini menghadirkan pendekatan pencerahan tingkat seluler atau "cellular-level brightening" melalui Cellular-Energy Actives. NAD+ menjadi bahan utama yang diperkaya dengan kombinasi Carnosine, Cysteamine, dan EGCG Glucoside. Formulasi canggih ini dirancang untuk bekerja pada tingkat sel, membantu kulit mendapatkan kembali vitalitasnya.

Melalui Wardah NAD+ Glow Energy Booster Serum, pendekatan pencerahan tingkat seluler ini bertujuan untuk membantu kulit tampak lebih cerah, segar, dan bercahaya. Serum ini juga diformulasikan untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti kekusaman, noda hitam (dark spots), dan warna kulit yang terlihat tidak merata. "Melalui Skin Longevity Clinic dan NAD+ Glow Energy Booster Serum, Wardah berupaya mendekatkan percakapan mengenai sains kulit agar lebih relevan dengan rutinitas nyata konsumen," tutup Hana.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar