Deteksinews.co.id – Selebriti muda Betrand Peto Putra Onsu, yang akrab disapa Onyo, baru-baru ini memberikan klarifikasi mendalam mengenai sebuah video yang mendadak viral di berbagai platform media sosial. Rekaman tersebut, yang menampilkan dirinya dalam suasana pesta dan dikaitkan dengan aktivitas minum-minum, memicu beragam spekulasi di kalangan publik. Pernyataan Onyo ini disampaikan di tengah sorotan publik terhadap proses hukum laporan dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang sedang ia jalani di Polda Metro Jaya, menambah kompleksitas situasi yang dihadapinya.
Usai menjalani pemeriksaan klarifikasi di Polda Metro Jaya pada Kamis (8/10/2026), Betrand Peto membenarkan bahwa video yang beredar luas tersebut berasal dari akun email pribadinya yang telah diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. "Ya, itu ada. Memang benar ada yang membobol email aku, tapi kita fokus dulu untuk permasalahan inilah," ujar Betrand Peto, menegaskan adanya insiden peretasan yang menjadi penyebab tersebarnya konten tersebut tanpa seizinnya.

Betrand Peto dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan rekaman tersebut adalah bagian dari "pesta liar" seperti yang banyak disalahpahami. Ia menjelaskan bahwa video yang tersebar luas di jagat maya itu merupakan kompilasi dari potongan-potongan rekaman lama yang sengaja diedit dan digabungkan menjadi satu kesatuan oleh pelaku peretasan. "Gini, mungkin yang bisa kujelasin adalah itu tuh bukan di mana posisinya tuh lagi ada yang seperti yang ada di video gitu. Mungkin itu terlalu diedit-edit jadi digabungin jadi satu aja, gitu aja sih. Itu video lama, video lama," terang Onyo, menekankan bahwa konteks asli dari setiap potongan video telah diubah dan disalahartikan.
Putra angkat presenter Ruben Onsu ini kemudian membeberkan konteks sebenarnya di balik rekaman tersebut. Ia menjelaskan bahwa momen-momen yang terekam dalam video itu adalah saat dirinya berkumpul bersama teman-teman seperantauan yang berasal dari daerah timur Indonesia. "Jadi itu kumpul-kumpul sama teman-temanku yang ada di daerah timur, gitu. Jadi kita main bola untuk kumpulan anak-anak timur gitu. Jadi yang diambil itu foto-foto itu doang, maksudnya biar kasih lihat panjangnya itu kita tuh makan papeda di sana gitu. Ada beberapa teman-teman yang datang di sana juga untuk makan papeda bareng," jelas Betrand Peto, memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kegiatan yang sebenarnya terjadi, jauh dari kesan pesta yang disematkan.
Betrand Peto juga memastikan bahwa rekaman tersebut merupakan arsip murni pribadi yang tidak pernah ia unggah ke platform media sosial mana pun, apalagi dibagikan kepada teman-temannya. Fakta ini semakin memperkuat dugaannya bahwa data tersebut diambil secara ilegal dari akun email miliknya yang telah diretas. "Jadi aku bisa bilang kenapa itu dibobol, karena itu gak pernah ku posting ke mana-mana untuk simpan buat pribadiku aja. Share ke grup juga atau ke teman-teman juga aku gak ada nge-share itu," pungkasnya, menunjukkan betapa privasi datanya telah dilanggar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Meskipun insiden peretasan dan penyebaran video pribadi ini jelas merugikan, pihak Betrand Peto memilih untuk memusatkan seluruh konsentrasi dan upaya mereka untuk menuntaskan perkara dugaan tindak asusila yang sedang bergulir di Polda Metro Jaya terlebih dahulu. Langkah hukum terkait aksi peretasan dan penyebaran konten pribadi tersebut akan dipertimbangkan setelah permasalahan utama yang kini menjadi prioritas terselesaikan. Situasi ini menyoroti kompleksitas tantangan hukum dan privasi yang harus dihadapi oleh figur publik di era digital, di mana setiap aspek kehidupan dapat menjadi sorotan dan disalahgunakan.






