Deteksinews.co.id – Penyanyi Roland Judita kembali mencuri perhatian publik dengan sebuah keputusan mengejutkan. Setelah berhasil meraih gelar Sarjana (S1) Sastra Mandarin dari Tiongkok, ia kini mantap kembali ke bangku kuliah, memilih jalur pendidikan yang sama sekali berbeda: D4 Akupunktur dan Herbal. Langkah ini bukan sekadar keinginan pribadi, melainkan sebuah tekad kuat untuk meneruskan jejak bisnis keluarga yang telah lama berkecimpung di dunia pengobatan tradisional.
Keputusan Roland, yang juga dikenal sebagai jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol, untuk melanjutkan studi di usia yang tidak lagi sangat muda ini menjadi bukti bahwa semangat belajar tak mengenal batas. Ia kini tercatat sebagai mahasiswa semester satu di program studi D4 Akupunktur dan Herbal di RS Husada, Jakarta. Perjalanan akademisnya yang baru ini menandai sebuah babak baru dalam hidupnya, jauh dari panggung hiburan yang selama ini membesarkan namanya, menuju dunia kesehatan holistik.

Motivasi utama di balik pilihan unik ini sangat personal dan berakar kuat pada nilai-nilai keluarga. Roland mengungkapkan bahwa ia memiliki keinginan mendalam untuk melanjutkan usaha orang tuanya. "Saya mau nerusin usaha orang tua, karena memang orang tua juga seorang akupunktur," ujarnya saat dihubungi belum lama ini. Pernyataan ini menegaskan bahwa keputusannya adalah bentuk dedikasi dan penghormatan terhadap profesi yang telah ditekuni oleh kedua orang tuanya, sekaligus melihat potensi besar dalam bidang tersebut.
Dukungan dan wejangan dari orang tua juga menjadi pendorong semangatnya. Roland selalu memegang teguh nasihat berharga yang diberikan kepadanya: "Saya ingat kata orang tua: waktu sangat berharga, mumpung masih muda." Pesan ini menjadi pengingat konstan baginya untuk memanfaatkan setiap kesempatan, termasuk dalam menimba ilmu, tanpa menunda-nunda. Filosofi ini membimbingnya untuk tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah ada, melainkan terus berinvestasi pada pengembangan diri dan masa depan.
Menyandang status sebagai mahasiswa sekaligus seorang pekerja seni tentu bukan perkara mudah. Roland Judita harus piawai membagi waktu antara jadwal pekerjaan yang padat dan tuntutan tugas kuliah. Namun, ia optimistis dapat mengelola keduanya dengan baik. Untuk memastikan keseimbangan rutinitasnya tetap terjaga, pelantun lagu "Malaikat Kecilku" ini sengaja memilih program kelas karyawan. "Saya bisa mengimbangi antara kuliah dan kerja. Kuliah kelas karyawan kebanyakan malam hari," jelasnya, menunjukkan strategi cerdasnya dalam menempuh pendidikan tanpa mengorbankan karier yang sudah dibangun.
Kesungguhan Roland dalam menempuh pendidikan barunya ini tidak main-main. Ia telah menetapkan target yang tinggi untuk dirinya sendiri. Roland bertekad untuk menyelesaikan studinya tepat waktu, yakni dalam empat tahun, dengan hasil yang sangat memuaskan. "Target empat tahun, dan mencapai hasil yang sangat memuaskan pokoknya," pungkasnya penuh keyakinan. Ambisi ini mencerminkan komitmennya yang kuat untuk tidak hanya sekadar lulus, tetapi juga menjadi seorang praktisi akupunktur yang kompeten dan berprestasi, siap meneruskan warisan keluarga dengan kualitas terbaik.
Perjalanan Roland Judita dari panggung hiburan, melalui bangku kuliah Sastra Mandarin di Tiongkok, hingga kini mendalami ilmu akupunktur, adalah sebuah narasi inspiratif tentang fleksibilitas karier dan semangat belajar sepanjang hayat. Di tengah tuntutan zaman yang serba cepat, keputusannya untuk berinvestasi pada pendidikan kedua yang berbeda jauh dari latar belakang sebelumnya menunjukkan keberanian untuk mengeksplorasi potensi diri dan mengikuti panggilan hati, sekaligus melestarikan warisan keluarga. Kisahnya menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah sebuah perjalanan tanpa akhir, yang bisa membawa seseorang ke berbagai pintu kesempatan yang tak terduga.
Langkah Roland ini juga menyoroti tren peningkatan minat terhadap pengobatan alternatif dan holistik di Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan yang beragam dan pengalaman di dunia hiburan, ia memiliki potensi unik untuk membawa perspektif baru ke dalam praktik akupunktur. Kemampuan komunikasi yang baik sebagai seorang penyanyi, ditambah dengan pemahaman budaya yang luas dari studi Sastra Mandarin, bisa menjadi aset berharga dalam berinteraksi dengan pasien dan membangun kepercayaan. Ini bukan hanya tentang meneruskan bisnis, tetapi juga tentang membentuk identitas profesional yang multidimensional dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern akan pendekatan kesehatan yang lebih komprehensif.






