Deteksinews.co.id – Aktor senior Atalarik Syach kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan perkembangan terkini terkait hubungannya dengan mantan istri, Tsania Marwa, khususnya mengenai akses pertemuan dengan kedua buah hati mereka. Atalarik membenarkan bahwa anak-anaknya baru saja berkesempatan bertemu kembali dengan ibu kandung mereka, sebuah momen yang berlangsung di lingkungan sekolah tempat mereka menimba ilmu.
Dalam sebuah kesempatan wawancara di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026), aktor berusia 53 tahun itu menjelaskan detail pertemuan tersebut. "Anak-anak terakhir kayaknya baru berapa hari yang lalu ya, ketemu di sekolah ya, sama kemarin ya," ujar Atalarik, memberikan gambaran bahwa pertemuan itu terjadi belum lama ini dan bukan kali pertama.

Atalarik Syach menegaskan bahwa pertemuan di sekolah merupakan opsi yang paling memungkinkan dan dianggap paling nyaman untuk saat ini. Baginya, kenyamanan serta kesiapan mental sang anak adalah faktor penentu utama dalam setiap interaksi yang terjalin. "Mengambil waktu saat di sekolah, iya. Waktu sekolah, tapi kan ya belum belum bisa anaknya, tergantung anaknya juga ya," tambahnya, mengisyaratkan bahwa keputusan akhir tetap berada pada kesediaan anak-anak.
Menyikapi situasi yang belum sepenuhnya cair dan masih memerlukan penyesuaian, Atalarik Syach mengaku terus menanamkan pemahaman kepada anak-anaknya agar tetap bersabar. Ia meminta mereka untuk menghargai setiap momen kebersamaan yang terjalin dengan Tsania Marwa tanpa perlu merasa tertekan atau terbebani oleh situasi orang tua mereka. "Saya minta juga anak-anak untuk bersabar, bersabar saja untuk apa namanya, menghormati waktu yang ada, momen yang ada kepada mereka juga," jelasnya, menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi dinamika keluarga.
Mengenai permohonan untuk membawa anak-anak beraktivitas di luar lingkungan sekolah, Atalarik Syach dengan tegas menyatakan belum dapat memberikan keleluasaan tersebut. Ia memilih untuk menjaga mental sang buah hati secara perlahan, mengingat mereka masih dalam masa pertumbuhan yang rentan terhadap dampak konflik orang tua. "Saya belum bisa memberikan juga ya buat anak-anak ke mana-mana. Pelan-pelan saja, karena anak-anak masih masa pertumbuhan, secara mentalitas yang paling penting," terangnya, menunjukkan prioritasnya pada kesehatan psikologis anak.
Atalarik Syach menyadari betul bahwa perselisihan rumah tangga di masa lalu adalah ranah orang dewasa yang belum sepenuhnya dapat dipahami oleh anak-anak. Oleh karena itu, ia memilih untuk menanti sampai kedua buah hatinya cukup dewasa dan memiliki kematangan emosional untuk mencerna persoalan tersebut, sebelum memberikan kebebasan penuh dalam berinteraksi dengan ibunya. "Anak-anak tuh masih belum paham permasalahan orang tua. Saat anak beranjak dewasa dan memahami semuanya tentang permasalahan dalam kehidupan ini, kehidupan berumah tangga ini, kalau mereka sudah paham, baru saya mungkin agak lebih bisa melepas gitu, doa saja," pungkasnya, mengakhiri pembicaraan dengan harapan agar waktu dan pengertian akan membawa perubahan positif di kemudian hari. Keputusan ini menunjukkan komitmen Atalarik untuk melindungi anak-anaknya dari kompleksitas masalah orang dewasa hingga mereka siap menghadapinya.






