Prahara Anrez Adelio & Icel: Siapa Sebenarnya Korban?

Celina

Celina

Prahara Anrez Adelio & Icel: Siapa Sebenarnya Korban?

Deteksi News – Jagat hiburan kembali dihebohkan dengan drama percintaan yang melibatkan aktor tampan Anrez Adelio. Dituding tak bertanggung jawab atas kehamilan Friceilda Prillea alias Icel, bahkan dilaporkan ke polisi atas dugaan kekerasan seksual, Anrez akhirnya buka suara. Melalui kuasa hukumnya, Ramzy Brata Sungkar, Anrez Adelio membantah keras semua tuduhan, menyajikan narasi yang jauh berbeda dari yang beredar. Ini bukan sekadar klarifikasi, melainkan sebuah pembelaan yang mengungkap sisi lain dari kisah yang memanas ini, sepotong drama kehidupan yang kini menjadi sorotan publik.

Berikut adalah enam poin penting dari pernyataan Anrez Adelio yang disampaikan melalui Ramzy Brata Sungkar, yang berhasil dihimpun oleh deteksinews.co.id:

Prahara Anrez Adelio & Icel: Siapa Sebenarnya Korban?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

1. Menepis Tuduhan Tak Bertanggung Jawab: Itikad Baik Sejak Awal
Ramzy menegaskan bahwa kliennya, Anrez, sejak awal memiliki itikad baik untuk bertanggung jawab penuh atas bayi yang dikandung Icel. Komitmen ini mencakup seluruh proses, mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga kelahirannya. "Pihak kami membantah keras pernyataan atau tuduhan (tidak mau bertanggung jawab) ini. Dari awal diberikan surat kuasa ke saya, saya dan Anrez langsung menemui Icel di Citos untuk mengatur pertemuan dengan keluarganya Icel agar dapat solusi terbaik dalam permasalahan yang sedang dihadapi ini," ungkap Ramzy dalam pesan singkat kepada deteksinews.co.id, Senin (5/1/2026). Ini menunjukkan bahwa Anrez tidak menghindar, melainkan proaktif mencari jalan keluar, jauh dari citra penjahat yang dituduhkan.

2. Membantah Keras Dugaan Kekerasan Seksual: Hubungan Konsensual yang Berulang
Terkait laporan polisi dugaan kekerasan seksual, pihak Anrez memilih untuk menghadapi proses hukum. Ramzy mengisyaratkan bahwa hubungan yang terjadi antara Anrez dan Icel bersifat konsensual dan berulang kali. "Itu nanti akan kami buktikan di hadapan hukum, kan mereka sudah membuat laporan polisi, kami akan buka faktanya di sana," kata Ramzy. Ia menambahkan, "Intinya silakan kalian simpulkan sendiri, mereka melakukan hubungan tersebut bukan hanya sekali, bahkan ada beberapa kali, lebih sering dilakukan di tempat tinggal Anrez dengan cara Icel yang datang sendiri menggunakan (grab/gocar) tidak dijemput dan tidak diantar pulang. Atau habis jalan dengan Anrez lalu pulangnya ke tempat Anrez." Sebuah gambaran yang menantang persepsi publik, mempertanyakan motif di balik tuduhan tersebut.

3. Klarifikasi Permintaan Aborsi: Reaksi Panik, Bukan Paksaan
Tuduhan Anrez meminta Icel menggugurkan kandungan juga dibantah. Ramzy menjelaskan bahwa itu adalah reaksi spontan dan panik dari Anrez saat mendengar kabar kehamilan. "Anrez yang panik dan kaget mendengar kabar Icel hamil anak dia lalu terlontar chat, ‘Kamu minum obat saja’, tanpa ada unsur paksaan dan qadarullah bayi tersebut masih ada dan sehat sampai hari ini. Artinya Anrez tidak memaksakan atau adanya ancaman, lebih kepada menawarkan solusi yang impulsif dan kurang tepat," jelas Ramzy. Ini menyoroti tekanan emosional yang mungkin dialami Anrez sebagai seorang pria yang tiba-tiba dihadapkan pada berita besar.

4. Anrez Temui Keluarga Icel: Kesepakatan yang Dikhianati?
Anrez juga menepis tudingan menghilang setelah tahu Icel hamil. Faktanya, ia sudah menemui keluarga Icel dan bahkan merencanakan pernikahan serta siap membiayai semua keperluan anak. "Kalau klien saya penjahat dan tidak bertanggung jawab, untuk apa bertemu pihak keluarga Icel dan merencanakan pernikahan, dan akan membiayai semua keperluan dalam menyambut kelahiran anak tersebut?" tanya Ramzy retoris. Ironisnya, Ramzy menyebut pihak keluarga Icel-lah yang kemudian keluar dari kesepakatan. Pertemuan di Sentul, yang dihadiri Icel, orang tua, dan saudara, serta Anrez bersama tim kuasa hukumnya, bahkan diwarnai ancaman. "Bahkan kami memiliki rekaman suara dan di dalamnya ada ancaman dari pihak keluarga Icel ke klien saya. Jika diperlukan rekaman tersebut akan saya perdengarkan guna alat bukti, minimal petunjuk," tegasnya, membuka potensi bukti baru yang bisa mengubah arah kasus ini.

5. Bantahan Keras Terhadap Semua Fitnah: Siap Lapor Balik
Ramzy membantah keras semua tuduhan fitnah seperti tidak bertanggung jawab, tidak berkontribusi, tidak ada itikad baik, permintaan aborsi, menelantarkan, ancaman, dan kekerasan seksual. "Ini semua jelas fitnah dan kami juga akan membuat laporan polisi jika nantinya tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau damai," ancam Ramzy, menunjukkan keseriusan Anrez dalam membela nama baiknya.

6. Surat Perjanjian: Ditandatangani di Bawah Tekanan?
Mengenai surat perjanjian yang dibuat Anrez, Ramzy mengungkapkan bahwa surat itu ditandatangani di bawah tekanan dan ancaman verbal. "Tempat tinggal Anrez disatroni oleh 6-7 orang pihak Icel dari jam 00:25 WIB dan baru pulang sekitar jam 04:00 WIB, setelah Anrez bersedia menandatangani surat tersebut, posisi Anrez di rumah itu hanya sendirian karena memang dia tinggal sendiri," bebernya. Surat itu, yang dibuat tak lama setelah Icel mengabarkan kehamilan, kini disebut Ramzy dijadikan senjata oleh pihak Icel, seolah-olah Anrez tidak menepati janji, padahal ia mengklaim surat itu lahir dari situasi penuh tekanan.

Anrez Adelio, melalui timnya, menegaskan bahwa ia tidak pernah lari dari masalah ini. Justru, sejak awal, ia beritikad baik untuk menyelesaikan semuanya dengan penuh tanggung jawab. Kasus ini, yang kini telah memasuki ranah hukum, menjanjikan babak baru yang penuh intrik dan potensi pengungkapan fakta yang mengejutkan. Siapa yang akan terbukti benar dalam prahara ini? Hanya waktu dan proses hukum yang akan menjawabnya, di tengah sorotan tajam publik yang haus akan kebenaran.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar