Deteksi News – Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktris kawakan, Andhara Early, akhirnya secara terbuka mengumumkan babak baru dalam hidupnya: perceraian dengan sang suami, Bugi Ramadhana. Setelah 14 tahun mengarungi bahtera rumah tangga sejak 2011, kini keduanya sepakat mengakhiri perjalanan cinta mereka. Namun, di balik keputusan yang telah matang, Andhara tak menampik ada satu hal yang paling menguras emosi dan energinya: melepaskan kebiasaan yang telah terjalin belasan tahun.
"Kebiasaan saja sih kayaknya ya. Apa yang sudah menjadi kebiasaan gitu sih yang agak berat itu," ungkap Andhara Early dengan nada reflektif saat ditemui di Studio Rumpi No Secret Trans TV pada Selasa (6/1/2026). Ia menambahkan, meski terasa berat, keputusan ini adalah hasil pemikiran dan kesepakatan bersama, sehingga harus diterima dengan lapang dada. Sebuah pengakuan jujur yang menunjukkan sisi manusiawi seorang publik figur di tengah badai kehidupan.

Jauh dari kesan terpuruk, Andhara menegaskan bahwa perceraian kali ini tidak membebani dirinya secara emosional. "Dibilang beban gak ya, karena memang beda case-nya," ujarnya. Namun, ia tidak menampik bahwa proses hukum yang harus dilalui cukup menguras tenaga. "Tapi lebih ke arah capek prosesnya. Beban harus menghadapi persidangan itu cukup exhausting, melelahkan buat aku," curhat bintang film ‘Mama Cake’ ini, memberikan gambaran nyata di balik gemerlap dunia selebriti yang tak selalu mulus.
Yang patut diacungi jempol adalah bagaimana Andhara menangani situasi ini di hadapan kedua buah hatinya yang berusia 20 dan 10 tahun. Ia memilih jalur komunikasi terbuka, melibatkan anak-anak dalam setiap diskusi sebelum keputusan final diambil. "Sebelum memutuskan untuk berpisah itu ya aku sudah komunikasi, sudah diskusi sama anak. Aku melibatkan mereka, bukan tipe yang sudah selesai baru dikasih tahu," jelasnya. Ini adalah pelajaran berharga, mengingat pengalaman pribadinya di masa lalu.
"Aku dulu di posisi anak, begitu orang tua aku bercerai, aku punya pemikiran ‘wah ada salah aku’. Jadi anak langsung jadi ada beban. Kalau dilibatkan, mereka tahu ini memang masalah orang dewasa," kenangnya. Keterbukaan ini menjadi kunci agar anak-anak tidak merasa bersalah atau menjadi korban dari perpisahan orang tuanya. Kini, Andhara dan Bugi tetap menjalin hubungan baik melalui sistem co-parenting, memastikan anak-anak tetap mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua belah pihak. "Kita co-parenting. Aku ngebebasin anytime Bugi mau datang ke rumah untuk anak," imbuhnya, menunjukkan kematangan dalam menghadapi situasi.
Mengapa pengumuman perceraian baru dilakukan di awal 2026, padahal gugatan telah diajukan sejak Juli 2025? Andhara menjelaskan bahwa hal ini berkaitan dengan selesainya masa iddah dan saran dari keluarga. "Biar ke depannya gak timbul fitnah. Daripada menghambat satu belah pihak, jadi lebih baik di-announce," paparnya.
Awalnya, ia hanya berniat berbagi kabar ini dengan lingkaran terdekat. Namun, setelah berdiskusi dengan keluarga, keputusan untuk mengumumkan secara terbuka pun diambil. "Pas masa iddah selesai, aku jadi lebih tenang mem-publish ini. Karena di masa iddah itu kan masih banyak kemungkinan. Tapi setelah selesai dan kami sama-sama tahu ini yang terbaik, ya sudah," pungkas Andhara Early, menutup babak ini dengan ketenangan dan harapan baru.






