Perjuangan Mawa Menjaga Mental Sang Anak

Celina

Celina

Perjuangan Mawa Menjaga Mental Sang Anak

Deteksinews.co.id – Menjadi orang tua tunggal bukanlah perkara mudah, apalagi ketika harus menghadapi kenyataan pahit bahwa perpisahan telah terjadi. Hal inilah yang tengah dirasakan oleh selebgram Wardatina Mawa. Usai berakhirnya rumah tangga dengan Insanul Fahmi, Mawa kini harus berjuang ekstra keras, tidak hanya untuk menyambung hidup, tetapi juga untuk menjaga kesehatan mental putra kecilnya, Afnan.

Situasi menjadi semakin kompleks ketika sang anak mulai menyadari keretakan hubungan orang tuanya melalui informasi yang beredar di media sosial. Mawa menyadari bahwa Afnan yang kini berada dalam fase golden age (usia 0-6 tahun) sudah mulai mampu menangkap sinyal-sinyal konflik yang terjadi di lingkungan rumahnya. Untuk mencegah dampak buruk, Mawa mengambil langkah tegas dengan membatasi penggunaan gawai pada anaknya agar tidak terpapar konten-konten negatif di platform seperti TikTok.

Perjuangan Mawa Menjaga Mental Sang Anak
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Anak saya sudah mulai sedikit paham bahwa ada konflik orang dewasa yang melibatkan orang tuanya," ujar Mawa saat ditemui di kawasan Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu malam.

Sebagai seorang ibu, Mawa berupaya memberikan penjelasan yang paling sederhana agar sang anak tidak mengalami trauma mendalam akibat kondisi broken home. Ia selalu menekankan bahwa meskipun status pernikahan orang tuanya telah berakhir, kasih sayang yang diberikan kepada Afnan tidak akan pernah berkurang sedikit pun.

Mawa menceritakan sebuah momen emosional saat Afnan melontarkan pertanyaan kritis mengenai alasan mengapa kedua orang tuanya tidak lagi tinggal dalam satu atap. Dengan hati-hati, Mawa menjawab menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak seusianya.

"Pernah dia bertanya, ‘Kenapa Umma sama Abati tidak bersama lagi?’. Saya jawab, ‘Umma dan Abati sudah tidak halal lagi’. Maksudnya adalah hubungan kami sudah berakhir, namun rasa cinta kami kepadanya tetap sama," jelasnya.

Meski telah memberikan penjelasan, Mawa merasa ada sesuatu yang mengganjal pada perilaku sang anak. Ia memperhatikan bahwa Afnan cenderung menjadi lebih pendiam setelah mengetahui fakta tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Mawa. Ia berencana membawa putranya berkonsultasi dengan psikolog anak untuk memastikan tumbuh kembang dan kondisi psikologis Afnan tetap terjaga dengan baik.

Di sisi lain, Mawa juga mengungkap fakta mengejutkan terkait tanggung jawab finansial pasca-perceraian. Ia mengaku hingga saat ini belum menerima uang nafkah sepeser pun dari mantan suaminya sejak putusan cerai resmi dijatuhkan. Meski harus memikul beban biaya hidup dan kebutuhan tumbuh kembang anak seorang diri, Mawa memilih untuk tetap tegar.

Alih-alih menaruh dendam, Mawa justru memilih untuk mendoakan mantan suaminya agar diberikan kelancaran rezeki. Ia berkomitmen untuk menjadi sosok ibu tunggal yang mandiri dan kuat demi masa depan buah hatinya. "Kita doakan saja semoga rezekinya lancar. Saya tidak berharap banyak, saya akan terus berjuang sendiri. Menjadi single mom menuntut kita untuk menjadi pribadi yang mandiri," pungkasnya.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar