Deteksinews.co.id – Aktris Chacha Frederica selama ini dikenal sebagai sosok publik figur yang cukup tertutup perihal kehidupan pribadi sang putri semata wayang, Cassia Shakir Ganinduto. Sejak kelahirannya, wajah mungil Cassia jarang sekali terekspos secara utuh di media sosial maupun hadapan publik. Keputusan ini kerap memicu rasa penasaran warganet, dan kini, Chacha akhirnya membeberkan alasan mendalam di balik pilihannya tersebut, yang ternyata berakar pada keinginan mulia untuk sang anak.
Chacha mengungkapkan bahwa keputusannya untuk tidak memublikasikan wajah putrinya bukanlah tanpa dasar. Ia memiliki motivasi kuat untuk memberikan ruang dan keleluasaan penuh bagi Cassia, agar kelak dapat menentukan sendiri jalan hidupnya, termasuk apakah ia ingin menjadi sorotan publik atau memilih berada di balik layar. "Saya ingin memberikan ruang bagi Cassia untuk bisa memilih kapan dia mau ada di depan kamera, kapan ada di belakang kamera," tutur Chacha saat ditemui di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Istri dari Dico Ganinduto ini menambahkan, ia belum dapat memprediksi seperti apa karakter Cassia di masa depan. Apakah putrinya akan merasa nyaman dengan sorotan kamera dan perhatian publik, atau justru sebaliknya. Oleh karena itu, Chacha merasa tidak berhak mengambil keputusan sepenting itu atas nama anaknya. Ia ingin Cassia tumbuh dengan kesadaran penuh akan pilihan-pilihannya.
"Karena aku nggak tahu nanti karakter Cassia ke depannya seperti apa, apakah dia nyaman untuk berada di depan kamera," jelas Chacha, menekankan pentingnya otonomi bagi sang anak. Baginya, jika suatu hari nanti Cassia memutuskan untuk tampil di hadapan khalayak, keputusan itu harus murni berasal dari keinginan dan kesadaran Cassia sendiri, bukan karena paksaan atau warisan dari orang tuanya. "Tapi itu semua, atas izin Allah dan menjadi keputusannya Cassia sendiri, bukan karena orang tuanya," imbuhnya.
Lebih jauh, Chacha Frederica juga berharap putrinya dapat memahami segala konsekuensi yang menyertai setiap pilihan hidup. Ia tidak ingin Cassia kelak merasa terbebani oleh dampak dari keputusan yang sebenarnya dibuat oleh orang tuanya. "Jadi segala pros and cons-nya Cassia harus menanggung dalam tanda kutip sendiri dan tahu konsekuensinya sendiri. Jadi bukan karena, ‘Ini karena Mama, ini karena Papa,’" paparnya. Ini adalah bentuk pendidikan dini tentang tanggung jawab dan kemandirian.
Menariknya, di usianya yang kini menginjak enam tahun, Cassia mulai menunjukkan rasa ingin tahu yang besar terkait kebijakan privasi yang diterapkan ibunya. Cassia kerap melontarkan pertanyaan polos mengapa wajahnya selalu ditutupi stiker atau disamarkan setiap kali Chacha mengunggah fotonya di media sosial. "Dia selalu bilang kayak, ‘Mami, kenapa sih kalau posting kok muka aku di-stikerin? Kenapa mukaku ditutupin Mami? Mukanya Mami nggak ditutup, muka Daddy nggak ditutup,’" ungkap Chacha menirukan pertanyaan putrinya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Chacha selalu berusaha menjelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh sang buah hati. Ia menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk menjaga privasi Cassia. "Tapi aku ngajak ngomong Cassia baik-baik. ‘Cassia, Mami mau menjaga privasi Cassia.’ Nanti dia nanya lagi, ‘Apa itu privasi, Mami?’" cerita Chacha.
Chacha kemudian memaparkan bahwa ia belum tahu apakah Cassia akan merasa nyaman jika setiap saat menjadi pusat perhatian publik. "Mami kan nggak tahu Cassia suka nggak setiap saat dilihatin sama orang," jelasnya, mencoba menanamkan pemahaman tentang ruang pribadi dan batas-batasnya. Keputusan Chacha ini mencerminkan dilema banyak orang tua figur publik di era digital, di mana garis antara kehidupan pribadi dan publik semakin kabur. Dengan memberikan pilihan sejak dini, Chacha berharap Cassia dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri, jauh dari tekanan ekspektasi publik.






