Deteksinews.co.id – Kisah pelik hubungan antara Manohara Odelia Pinot dan ibundanya, Daisy Fajarina, kembali mencuat ke permukaan publik. Setelah Manohara secara terang-terangan menyatakan telah memutus kontak dengan sang ibu, Daisy Fajarina akhirnya memberikan tanggapan. Alih-alih menjelaskan detail komunikasi, Daisy memilih untuk mengungkapkan doa-doa yang selalu ia panjatkan untuk anak-anaknya.
Keretakan hubungan ini pertama kali terungkap pada Senin, 12 Januari 2026, ketika Manohara membuka sesi tanya jawab di akun Instagram pribadinya. Salah satu pertanyaan dari warganet menyinggung mengenai hubungannya dengan sang ibu. Dengan lugas, Manohara menjawab bahwa ia tidak kehilangan kontak, melainkan memang sengaja memutus kontak. Ia juga menegaskan bahwa hubungan mereka secara pribadi tidak pernah benar-benar dekat, meskipun mungkin terlihat sebaliknya di mata publik.

Manohara tidak segan-segan membeberkan alasan di balik keputusannya yang drastis tersebut. Dalam keterangannya, ia mengaku tumbuh besar dengan penyiksaan emosional dan psikologis jangka panjang. Bahkan, ia menyebutkan bahwa terkadang ia juga mengalami penyiksaan fisik. Pengakuan ini tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat Manohara selama ini dikenal sebagai figur publik yang kerap tampil ceria.
Lebih lanjut, Manohara mengungkapkan bahwa ia berulang kali dimanipulasi dan dimanfaatkan. Ia juga menduga pernah dipaksa masuk ke dalam situasi berbahaya demi keuntungan pihak lain. Pengakuan Manohara ini menggambarkan luka mendalam yang ia alami sejak masa kecil, yang akhirnya mendorongnya untuk mengambil langkah ekstrem memutus hubungan dengan ibunya.
Beberapa bulan setelah pengakuan Manohara yang menggemparkan tersebut, tepatnya pada Selasa, 13 Oktober 2026, Daisy Fajarina akhirnya angkat bicara. Saat ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta, Daisy ditanya mengenai komunikasi terakhirnya dengan Manohara. Namun, ia tidak memberikan penjelasan terperinci mengenai adanya kontak langsung.
Daisy Fajarina memilih untuk menyoroti sisi spiritual dalam hubungannya dengan anak-anaknya. Ia menuturkan bahwa setiap kali ia salat dan berdoa, ia selalu berkomunikasi dan mendoakan hal-hal baik untuk anak-anaknya, termasuk Manohara. Pernyataan ini seolah menjadi jawaban tersirat atas pertanyaan publik mengenai kondisi hubungannya dengan sang putri.
Lebih jauh, Daisy juga mengungkapkan isi doanya untuk Manohara. Ia berharap putrinya selalu dalam keadaan selamat, memiliki pengasihan, dan dijauhkan dari segala hal yang jahat. Doa seorang ibu ini menunjukkan harapan tulus agar sang anak senantiasa dilindungi dan diberikan kebaikan, terlepas dari konflik yang tengah terjadi.
Kontrasnya pernyataan antara Manohara yang tegas memutus kontak karena pengalaman pahit di masa lalu, dengan Daisy yang memilih menjawab dengan doa dan harapan, menggambarkan kompleksitas hubungan ibu dan anak yang tengah menjadi sorotan. Kisah ini bukan hanya tentang dua individu, melainkan juga cerminan dari dinamika keluarga yang penuh gejolak, yang kini terbuka di hadapan publik.






