Deteksinews.co.id – Mantan afiliator Binomo, Indra Kesuma alias Indra Kenz, kembali menjadi sorotan setelah hak pembebasan bersyaratnya dicabut. Terpidana kasus investasi ilegal yang merugikan banyak pihak ini kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, namun bukan di blok hunian biasa. Ia langsung ditempatkan di sel isolasi khusus dengan tingkat keamanan maksimum, menyusul adanya audit investigasi mendalam yang tengah dilakukan oleh kementerian terkait.
Kedatangan Indra Kenz di Lapas Kelas I Tangerang pada hari kemarin disambut dengan serangkaian prosedur standar penerimaan narapidana baru. Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menjelaskan bahwa setiap tahapan dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Proses ini mencakup verifikasi identitas dan berkas, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, serta asesmen skrining untuk menentukan penempatan yang sesuai bagi warga binaan. "Penerimaan yang kami laksanakan sesuai dengan SOP dan kecocokan identitas, kemudian dengan berkas. Kemudian juga kami laksanakan pemeriksaan kesehatan dan asesmen skrining penempatan narapidana," ujar Beni.

Namun, berbeda dari narapidana pada umumnya, pihak lapas memutuskan untuk menempatkan Indra Kenz di sebuah sel isolasi khusus. Penempatan ini bukan tanpa alasan, melainkan merupakan bagian dari upaya memastikan kelancaran dan integritas proses audit investigasi yang sedang berjalan. Sel isolasi tersebut berada di blok keamanan maksimum (maximum security), mengindikasikan tingkat pengawasan yang sangat ketat terhadap pria yang pernah dijuluki "crazy rich" Medan itu. "Nah, guna kepentingan pemeriksaan dan audit investigasi lebih lanjut, yang bersangkutan kami tempatkan pada sel isolasi khusus blok maximum security," tegas Beni Hidayat, menjelaskan keputusan tersebut.
Langkah penempatan di sel isolasi ini diambil sebagai buntut dari pembatalan surat keputusan pembebasan bersyarat yang sebelumnya sempat dinikmati Indra Kenz. Audit investigasi ini diduga bertujuan untuk menelusuri lebih jauh mengenai alasan pencabutan pembebasan bersyarat tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran atau hal-hal lain yang perlu didalami selama ia berada di luar tahanan. Selama proses investigasi ini berlangsung, pihak lapas menerapkan pendekatan keamanan penuh, atau "security approach," untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap jalannya pemeriksaan.
Beni Hidayat menambahkan bahwa status penempatan dan pola pembinaan bagi Indra Kenz akan ditentukan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dan audit investigasi resmi rampung. Saat ini, fokus utama adalah pada kelancaran proses penyelidikan tersebut. "Kita nunggu hasil pemeriksaan. Nanti sementara ini kita treatment-nya security approach dalam artian masih dalam tahap pemeriksaan dan investigasi," jelasnya. Setelah hasil investigasi keluar, barulah pihak lapas akan menentukan "treatment approach" yang paling tepat untuk Indra Kenz.
Meskipun ditempatkan di sel isolasi khusus dan menjadi pusat perhatian, Kepala Lapas Kelas I Tangerang menegaskan bahwa tidak ada perlakuan istimewa atau fasilitas eksklusif yang diberikan kepada Indra Kenz. Ia diperlakukan sama dengan warga binaan lainnya, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan lapas. "Penanganan khusus tidak ada. Jadi perlakuan sama dengan warga binaan lain," pungkas Beni, menepis spekulasi mengenai kemungkinan adanya fasilitas khusus bagi narapidana berprofil tinggi tersebut.
Dengan demikian, Indra Kenz kini menghadapi babak baru dalam perjalanan hukumnya, terkurung di balik jeruji sel isolasi dengan pengawasan ketat. Nasibnya ke depan akan sangat bergantung pada hasil audit investigasi yang sedang berjalan, yang akan menentukan bagaimana sisa masa hukumannya akan dijalani di Lapas Kelas I Tangerang. Kasus ini kembali mengingatkan publik akan konsekuensi serius dari kejahatan investasi ilegal dan pentingnya penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.






