Deteksinews.co.id – Suasana tegang menyelimuti kedatangan Daisy Fajarina di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim) pada Selasa (13/10/2026). Ibu dari selebritas Manohara Sihombing ini datang dengan membawa persoalan serius terkait keamanan tempat usahanya. Daisy secara resmi melaporkan dugaan tindakan premanisme dan perbuatan tidak menyenangkan yang menimpa bisnis yang ia kelola.
Dalam laporannya, Daisy mengungkapkan bahwa insiden tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian materiil yang cukup signifikan, tetapi juga menyerang sisi psikologisnya. Ia mengaku merasa sangat dipermalukan oleh oknum-oknum yang melakukan tindakan intimidasi tersebut di lingkungan usahanya. Kejadian ini menjadi pemicu utama bagi Daisy untuk menempuh jalur hukum guna mendapatkan keadilan dan rasa aman.

Didampingi oleh kuasa hukumnya, Erles Rareral, Daisy tampak emosional saat menceritakan dampak dari kejadian tersebut terhadap kondisi keluarganya. Ia mengungkapkan bahwa tekanan akibat insiden ini merembet ke anggota keluarga lainnya. Daisy mengaku sempat mengalami kesulitan tidur karena harus menghadapi kondisi anak sulungnya, Dewi, yang mengalami tekanan mental atau stres akibat situasi yang sedang terjadi.
"Semalam saja saya tidak bisa tidur. Saya harus menghadapi Kak Dewi yang sedang stres, dia anak pertama saya," ujar Daisy dengan nada bicara yang menunjukkan beban pikiran yang berat.
Di tengah hiruk-pikuk laporan hukum tersebut, awak media sempat melontarkan pertanyaan mengenai bagaimana posisi dan respons Manohara Sihombing terhadap masalah yang menimpa sang ibu. Namun, Daisy memilih untuk tidak memberikan pernyataan mendalam mengenai hubungan komunikasi pribadinya dengan Manohara terkait kasus ini.
"Kalau dari Mano, ya silakan tanya langsung saja. Mano kan sudah dewasa, saya tidak bisa berbicara mewakili dia," tegas Daisy saat menanggapi pertanyaan mengenai keterlibatan atau tanggapan putrinya tersebut.
Meski terlihat ada jarak dalam komunikasi langsung mengenai kasus ini, Daisy memastikan bahwa ikatan batin antara dirinya dan anak-anaknya tetap kuat. Ia menegaskan bahwa anak-anaknya sangat saling menyayangi satu sama lain. Menurutnya, sikap protektif yang ditunjukkan anak-anaknya terhadap dirinya adalah hal yang wajar sebagai bentuk kasih sayang dalam keluarga.
Terkait komunikasi terakhir dengan Manohara, Daisy menjelaskan bahwa ia lebih banyak mengandalkan jalur spiritual. Ia mengaku selalu menyelipkan nama anak-anaknya dalam setiap doa yang dipanjatkannya. Bagi Daisy, doa adalah bentuk komunikasi paling tulus yang bisa ia berikan untuk keselamatan anak-anaknya.
"Komunikasi terakhir, saya setiap salat dan berdoa, saya selalu berkomunikasi mendoakan yang baik untuk anak-anak," tuturnya.
Menutup keterangannya, Daisy hanya bisa menitipkan harapan besar kepada Tuhan agar putri-putrinya selalu berada dalam lindungan-Nya. Ia berharap Manohara dan saudara-saudaranya selalu dijauhkan dari segala bentuk kejahatan dan orang-orang yang berniat buruk. "Mudah-mudahan anak saya selamat, punya pengasihan, dan dijauhkan dari yang jahat. Itu saja," pungkasnya.






