Deteksinews.co.id – Komika ternama, Nopek Novian, akhirnya angkat bicara terkait dugaan penipuan investasi emas senilai Rp 25 miliar yang menyeret namanya. Setelah sebelumnya publik dihebohkan dengan keterlibatan aktris Kirana Larasati dan Jennifer Coppen, kini giliran Nopek Novian yang memberikan klarifikasi mendalam melalui akun media sosial pribadinya, Minggu (11/10/2026). Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas kerugian yang dialami ratusan korban.
Dalam pernyataannya, Arif Novianto, nama asli Nopek Novian, menyampaikan simpati tulusnya kepada seluruh pihak yang terdampak skema investasi Emas Now. "Pertama-tama, saya menyampaikan turut prihatin atas kerugian dan permasalahan yang dialami oleh seluruh korban Emas Now," ujar Nopek. Ia juga berharap agar persoalan ini dapat segera menemukan titik terang, seluruh kerugian finansial para korban dapat dipulihkan, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab segera diproses hukum dan menerima sanksi setimpal sesuai peraturan yang berlaku.

Nopek secara tegas membantah keterlibatan aktifnya dalam operasional atau pengambilan keuntungan dari investasi Emas Now. Ia menjelaskan bahwa hubungannya dengan perusahaan tersebut murni bersifat profesional, yakni sebagai Duta Merek atau Brand Ambassador (BA). "Secara profesional, saya ditunjuk sebagai Brand Ambassador (BA) Emas Now untuk periode kontrak 22 Mei 2026 hingga 22 Mei 2027," paparnya.
Namun, pengakuan mengejutkan datang dari komika asal Madiun ini. Selama masa kontrak tersebut, Nopek mengaku hanya menerima pembayaran sebesar 5% dari total nilai kontrak yang seharusnya ia terima. "Pembayaran termin pertama maupun termin-termin berikutnya yang telah dijanjikan tidak pernah direalisasikan. Berbagai janji yang disampaikan oleh pemilik Emas Now melalui karyawannya juga tidak pernah dipenuhi," ungkap Nopek, menunjukkan bahwa ia sendiri juga menjadi pihak yang dirugikan.
Lebih lanjut, Nopek Novian menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima keuntungan dalam bentuk laba atau dana apa pun yang masuk dari investasi para nasabah. Keterlibatannya, sekali lagi ia tekankan, hanya sebatas tugas promosi sebagai Brand Ambassador. Bahkan, selama menjalin kerja sama, Nopek mengaku tidak pernah sekalipun bertemu atau berkomunikasi secara langsung dengan pemilik Emas Now.
"Saya bersama tim telah berulang kali berupaya meminta kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung. Bahkan, kami telah meminta nomor telepon pribadi pemilik Emas Now, tetapi permintaan tersebut tidak pernah dipenuhi," bebernya. Selama ini, seluruh komunikasi terkait pekerjaan hanya dilakukan melalui Person in Charge (PIC) dari bagian pemasaran, yang semakin menguatkan posisinya sebagai pihak luar yang tidak memiliki akses langsung ke manajemen puncak.
Nopek berharap klarifikasi yang ia sampaikan dapat memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat mengenai posisi dan tingkat keterlibatannya dalam kerja sama tersebut. Ia juga kembali menyuarakan harapannya agar seluruh hak para korban dapat dipulihkan, seluruh tanggung jawab yang belum dipenuhi dapat diselesaikan, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat segera menjalani proses hukum dan mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kasus dugaan penipuan investasi emas ini sendiri telah dilaporkan oleh para korban ke Bareskrim Polri. Sebanyak 85 korban mengaku tergiur dengan skema pembelian emas melalui sistem pre-order dan buyback yang menjanjikan bonus besar, hingga akhirnya mengalami kerugian kolektif yang ditaksir mencapai angka fantastis, yakni Rp 25 miliar. Penyelidikan atas kasus ini masih terus bergulir untuk mengungkap dalang di balik skema investasi bodong tersebut.






