Deteksinews.co.id – Langkah berani Krisjiana Baharudin untuk menjalani prosedur vasektomi demi kenyamanan sang istri, Siti Badriah, rupanya tak luput dari sorotan publik dan memicu beragam komentar di jagat maya. Namun, di antara berbagai respons tersebut, ada satu pandangan yang membuat Krisjiana terheran-heran: spekulasi bahwa vasektomi justru bisa menjadi pintu bagi seorang suami untuk berlaku tidak setia.
Keputusan Krisjiana memilih vasektomi sejatinya didasari oleh keinginan untuk membebaskan Siti Badriah dari penggunaan alat kontrasepsi. Ia ingin sang istri tidak lagi merasakan efek samping atau kerepotan yang mungkin timbul dari metode kontrasepsi lain. Namun, di tengah niat tulusnya itu, beberapa warganet justru melontarkan peringatan agar prosedur tersebut tidak disalahgunakan untuk hal-hal negatif, termasuk perselingkuhan.

Alih-alih mengabaikan komentar yang dinilainya sempit itu, Krisjiana memilih untuk memberikan jawaban tegas. Menurutnya, kesetiaan dalam sebuah hubungan sama sekali tidak memiliki korelasi dengan keputusan seseorang untuk menjalani vasektomi. Ia menekankan bahwa fondasi kesetiaan terletak pada komitmen dan integritas pribadi, bukan pada kondisi fisik atau prosedur medis tertentu.
"Sesempit itu ya pikiran netizen? Maksudnya, selingkuh itu enggak harus vasektomi dulu kali. Kenapa harus kepikirannya buat selingkuh? Kenapa sesimpel, setipis itu otaknya?" ujar Krisjiana Baharudin dengan nada heran saat menjadi bintang tamu dalam sebuah program televisi baru-baru ini. Pernyataan ini menunjukkan kekesalannya terhadap pola pikir yang mengaitkan tindakan medis personal dengan potensi perilaku moral yang menyimpang.
Keputusan untuk menjalani vasektomi juga bukan sesuatu yang diambil Krisjiana tanpa pertimbangan matang. Ia mengaku mendapatkan dukungan penuh dan keyakinan dari sang kakak ipar, dokter Reza Gladys, suami dari kakaknya, yang telah lebih dulu menjalani prosedur serupa sekitar lima tahun lalu. Pengalaman positif dokter Reza Gladys menjadi referensi penting bagi Krisjiana, memberikan gambaran bahwa vasektomi adalah pilihan yang aman dan tidak mengganggu kualitas hidup.
"Aku juga dikuatkan kakakku dokter Reza, suaminya, vasektomi 5 tahun lalu. Aman semuanya. Jadi aku tanya langsung sama dokter, dia melakukan itu juga," jelas Krisjiana, menegaskan bahwa ia telah melakukan riset dan konsultasi mendalam sebelum mengambil langkah tersebut.
Di sisi lain, Krisjiana juga kerap menghadapi pertanyaan dari netizen mengenai alasan dirinya dan Siti Badriah tidak mencoba memiliki anak ketiga. Beberapa bahkan mengingatkan kemungkinan mereka mendapatkan anak laki-laki, seolah-olah jumlah dan jenis kelamin anak adalah tolok ukur kebahagiaan.
Bagi Krisjiana, pola pikir kuno tentang "banyak anak banyak rezeki" sudah bukan lagi patokan yang ingin ia jadikan pedoman. Ia lebih memfokuskan perhatian pada kualitas pengasuhan dan pendidikan anak-anaknya. Menurutnya, memberikan pendidikan yang layak dan lingkungan yang baik jauh lebih penting daripada sekadar memiliki banyak keturunan tanpa bisa memberikan perhatian maksimal.
"Sudah enggak zaman banyak anak banyak rezeki. Sekarang bagaimana caranya kita mendidik anak yang baik dan benar. Menyekolahkan yang benar dan paling penting adalah bagaimana memberikan pendidikan anak yang baik. Banyak anak, tapi enggak diberikan pendidikan yang baik," tukas Krisjiana, menyoroti pentingnya kualitas daripada kuantitas dalam konteks keluarga modern.
Untuk saat ini, Siti Badriah sendiri memang belum ingin kembali memiliki anak dalam waktu dekat. Krisjiana mengatakan bahwa keputusan menjalani vasektomi juga menjadi bentuk apresiasinya terhadap sang istri. Ia telah berdiskusi dengan Siti Badriah mengenai kemungkinan memiliki anak lagi di masa depan, namun untuk saat ini, keduanya sepakat untuk menunda.
"Aku sudah ngobrol sama Siti, kalau misalkan one day masih mau punya anak lagi kamu masih mau atau enggak. Siti bilang buat sekarang masih belum mau kalau nanti dipikirin nanti saja," tuturnya.
Krisjiana menegaskan bahwa vasektomi yang dilakukannya merupakan bentuk penghormatan terhadap hak Siti Badriah atas tubuhnya. Ia melihat sang istri sudah melewati berbagai proses untuk mendapatkan kembali kondisi tubuh yang diinginkannya, termasuk menjalani perawatan di Korea Selatan. Baginya, akan sangat disayangkan jika perjuangan Siti Badriah untuk menjaga kesehatan dan bentuk tubuhnya harus kembali terganggu oleh kehamilan.
"Sudah banyak yang dilewati kayaknya sayang ya kalau hamil lagi," tegas Krisjiana sambil tersenyum, menunjukkan betapa ia menghargai pengorbanan dan usaha istrinya. Dengan demikian, keputusan vasektomi ini adalah manifestasi cinta, tanggung jawab, dan pemahaman akan kebutuhan serta keinginan pasangannya.






