Terkuak Saksi Mata Bongkar Kejadian Betrand Peto

Celina

Celina

Terkuak Saksi Mata Bongkar Kejadian Betrand Peto

deteksinews.co.id – Dunia hiburan tanah air kembali dihebohkan dengan tudingan miring yang menyasar Betrand Peto. Tak tinggal diam, Ruben Onsu sebagai ayah angkat segera mengambil langkah tegas. Melalui akun media sosial pribadinya, Ruben membagikan rekaman kesaksian dari para staf kelab malam yang bertugas saat insiden kontroversial itu terjadi, mencoba meluruskan fakta di balik dugaan kekerasan seksual yang mencuat.

Salah satu saksi kunci, Jakaria, seorang server di kelab tersebut, menceritakan kronologi malam kejadian. Menurutnya, tiga wanita muda memasuki ruangan privat untuk bersenang-senang. Namun, suasana ceria mendadak berubah ketika ia kembali dari area lounge dan mendapati salah satu wanita, yang kemudian diketahui berinisial ANW, tengah menangis. Jakaria mengaku sempat bertanya kepada Betrand Peto mengenai penyebab tangisan tersebut, namun Betrand hanya menjawab akan menenangkan ANW sendiri. Merasa bertanggung jawab, Jakaria kembali mendesak ANW untuk menjelaskan apa yang terjadi.

Terkuak Saksi Mata Bongkar Kejadian Betrand Peto
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Situasi semakin memanas saat seorang teman ANW, yang kemudian mengalami luka robek di telinga, tersulut emosi. Wanita itu meluapkan kemarahannya, tidak terima melihat ANW menangis. Setelah sempat diminta keluar karena dianggap membuat keributan, teman ANW kembali masuk dan terlibat adu mulut sengit dengan teman Betrand Peto. "Jangan kampungan, kalau bikin ribut mending keluar aja sana!" tiru Jakaria menirukan ucapan teman Betrand. Pertengkaran pun tak terhindarkan, berujung pada perkelahian fisik antar sesama wanita, termasuk aksi jambak-menjambak. Jakaria segera melerai dan kembali menanyai wanita dengan telinga terluka itu. Namun, ia tetap menolak dan mengancam akan menyebarluaskan insiden tersebut. Manajer kelab akhirnya turun tangan, mengeluarkan wanita itu dari ruangan, yang kemudian diketahui pergi ke rumah sakit.

Mengenai tuduhan pelecehan seksual terhadap Betrand, Jakaria dengan tegas membantah. Ia menyatakan bahwa sejak awal, para wanita itu masuk ke ruangan dengan sukarela untuk bersenang-senang. "Kalau untuk hal itu tidak ada. Mereka dari awal bilang yang mau-mau saja, have fun-have fun saja," ujarnya. Jakaria menduga, mungkin dalam kondisi pengaruh alkohol, ANW merasa dilecehkan, padahal tidak ada keributan terkait hal tersebut. Ia juga menyayangkan pemberitaan yang dinilai terlalu berlebihan, apalagi sampai berujung laporan ke pihak berwajib. Upaya mediasi untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dari pihak kelab pun ditolak oleh kelompok wanita tersebut.

Kesaksian serupa datang dari Revi, server lain yang juga bertugas di ruangan Betrand Peto. Revi mengamati bahwa awalnya semua orang menikmati suasana, menari, bernyanyi, dan bersulang bersama. "Mereka enjoy joget bareng, nyanyi bareng, cheers bareng, aku pikir mereka enjoy bareng," kenangnya. Namun, saat ia kembali ke ruangan setelah mengurus area lain, ia mendapati ANW menangis. Seperti Jakaria, Revi juga melihat teman ANW tidak terima dan memicu keributan.

Revi juga secara gamblang menepis dugaan kekerasan yang dilakukan Betrand. Ia justru melihat Betrand mendekati ANW yang menangis dan bertanya dengan nada prihatin, "Kakak kenapa nangis?". Kesaksian ini semakin memperkuat narasi bahwa tidak ada tindakan kekerasan atau pelecehan seksual yang dilakukan oleh Betrand Peto pada malam itu.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar