Deteksinews.co.id – Dunia hiburan tanah air kembali diwarnai oleh kisah hangat antara orang tua dan anak. Kali ini, perhatian publik tertuju pada komedian sekaligus aktor Ferry Maryadi yang secara terbuka mengungkapkan rasa kekhawatirannya terhadap sang putri, Harleya Princy, atau yang lebih akrab disapa Lea. Kecemasan ini muncul setelah sang putri memutuskan untuk menikmati waktu liburannya seorang diri tanpa didampingi keluarga.
Sebagai seorang ayah, Ferry mengaku tidak bisa lepas dari rasa waswas ketika mengetahui putrinya melakukan perjalanan sendirian. Baginya, memastikan keselamatan dan kondisi Lea adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Rasa khawatir ini ternyata bukan sekadar reaksi sesaat saat momen liburan saja, melainkan perasaan yang terus membekas dalam keseharian mereka.

Dalam sebuah kesempatan di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Jakarta Selatan, Ferry menceritakan bagaimana ia selalu berusaha menjaga komunikasi yang intens dengan Lea. Ia tidak hanya ingin tahu di mana keberadaan putrinya, tetapi juga sangat memperhatikan detail kecil seperti kondisi kesehatan hingga rutinitas ibadah sang anak.
"Namanya anak perempuan, suatu saat nanti pasti akan diambil oleh suaminya dan meninggalkan saya. Jadi, sebagai seorang bapak, saya harus bisa berbesar hati menghadapi kenyataan itu," ungkap Ferry dengan nada haru saat ditemui pada Rabu (4/11/2026).
Untuk mengobati rasa cemasnya, Ferry memiliki ritual khusus, yakni melakukan panggilan video atau video call setidaknya satu kali dalam sehari. Melalui layar ponsel, ia bisa memastikan bahwa Lea dalam keadaan baik-baik saja. Ferry bahkan menceritakan momen ketika ia sempat mengadu kepada Lea setelah mengalami insiden kecil, seperti jatuh hingga lututnya lecet.
Bagi Ferry, cerita-cerita sederhana yang dibagikan oleh Lea memiliki makna yang sangat mendalam. Meskipun bagi Lea hal tersebut mungkin hanya obrolan ringan, bagi seorang ayah, kemampuan anak untuk tetap berbagi cerita adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai. Ia merasa bahwa dengan tetap berbagi cerita, itu adalah tanda bahwa dirinya masih dibutuhkan oleh sang anak.
"Hal-hal kecil seperti itu mungkin biasa bagi dia, tapi bagi orang tua, itu sangat berharga. Rasanya seperti, ‘Oh, ternyata saya masih dibutuhkan ya oleh anak saya’," tuturnya dengan penuh syukur.
Ferry juga merasa sangat beruntung karena meskipun Lea kini sudah mulai dewasa dan aktif di dunia hiburan, hubungan mereka tetap sangat dekat. Ia mengaku senang karena Lea masih menunjukkan sisi manjanya kepada sang ayah. Dengan nada bercanda, Ferry mengatakan bahwa ia lebih memilih Lea bermanja-manja kepadanya daripada kepada orang lain di luar sana. Kedekatan emosional inilah yang menjadi fondasi kuat bagi hubungan ayah dan anak tersebut di tengah kesibukan masing-masing.






