Deteksinews.co.id – Menjaga api cinta tetap menyala dalam sebuah pernikahan bukanlah perkara mudah, terutama ketika pasangan telah melewati belasan tahun masa kebersamaan. Hal inilah yang dibuktikan oleh pasangan musisi ternama, Tantri Syalindri dan Hatna Danarda, atau yang lebih akrab disapa Arda Hatna. Di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan yang penuh dengan kabar miring, pasangan ini justru tampil sebagai teladan rumah tangga yang harmonis dan jauh dari konflik yang merusak.
Memasuki tahun ke-12 membina rumah tangga, Tantri dan Arda tidak lantas merasa jenuh. Sebaliknya, mereka justru menemukan cara unik untuk menjaga hubungan agar tetap terasa segar dan penuh kegembiraan. Dalam sebuah kesempatan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Arda membagikan pandangan menarik mengenai bagaimana mereka menjalani dinamika kehidupan berpasangan.

Menurut Arda, kunci utama agar hubungan tidak terasa membosankan adalah dengan tetap menjaga sisi "bermain" dalam hubungan tersebut. Ia meyakini bahwa menjadi dewasa bukan berarti harus selalu serius dalam setiap aspek kehidupan. "Usia pernikahan 12 tahun ini terasa seru saja berdua. Ternyata menjadi dewasa itu juga perlu bermain dan mencari hal-hal yang menyenangkan. Mengingat pasangan adalah teman seumur hidup, kita harus terus menciptakan momen-momen yang menyenangkan," ungkap Arda dengan penuh semangat.
Selain aspek kegembiraan, Arda juga menekankan pentingnya kemandirian emosional dalam hubungan mereka. Ia mengungkapkan bahwa tidak ada tuntutan berlebih di antara keduanya untuk saling membahagiakan secara paksa. Prinsip yang mereka pegang adalah memberikan ruang bagi masing-masing individu untuk menemukan kebahagiaannya sendiri. Dengan cara ini, kebahagiaan yang dibagikan menjadi lebih tulus dan tidak terasa sebagai beban bagi pasangan.
Senada dengan sang suami, vokalis band Kotak, Tantri Syalindri, memberikan perspektif yang sangat membumi mengenai cara merawat keintiman. Bagi Tantri, kemesraan dan keharmonisan tidak selalu harus dirayakan dengan kemewahan atau makan malam romantis di restoran mahal. Ia justru menemukan makna kedekatan dalam hal-hal yang sangat sederhana dan bersifat domestik.
"Minimal sekadar ngeteh bareng atau naik motor berdua. Misalnya saat anak-anak sudah tidur, kita bisa bilang, ‘Yuk, makan bakso di sana yuk.’ Mengobrolkan hal-hal receh atau ringan seperti itu sebenarnya adalah salah satu cara kami merawat hubungan," tutur Tantri.
Tantri juga mengakui bahwa dalam perjalanan panjang mereka, perbedaan pendapat dan suasana hati yang buruk adalah hal yang manusiawi dan pasti terjadi. Namun, alih-alih membiarkan konflik tersebut membesar, mereka memilih untuk menyelesaikannya dengan komunikasi yang sehat. Dengan membicarakan hal-hal ringan di luar urusan pekerjaan maupun urusan rumah tangga, mereka mampu menjaga kehangatan dan kedekatan emosional tetap terjaga dengan baik. Melalui pendekatan yang sederhana namun bermakna ini, Tantri dan Arda membuktikan bahwa cinta yang awet adalah tentang bagaimana dua orang saling memahami dan terus tumbuh bersama dalam kesederhanaan.






