Deteksinews.co.id – Jaja Mihardja, salah satu ikon hiburan Tanah Air, secara terbuka mengakui bahwa menyandang predikat maestro dan legenda bukan perkara mudah. Gelar tersebut, menurutnya, membawa serta beban tanggung jawab yang sangat besar, meski ia tetap bersyukur atas tempat yang masih ia miliki di hati masyarakat Indonesia hingga kini. Pengakuan ini disampaikannya saat ditemui di Studio FYP Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
"Kalau sudah disebut legenda, aduh, bagaimana ya? Sepak terjang kita harus benar-benar dijaga. Itu saja. Ada semacam kehati-hatian yang harus selalu Ayah terapkan," ujar Jaja Mihardja dengan nada bijak. Ia menjelaskan bahwa status sebagai figur publik yang telah lama berkarya menuntutnya untuk selalu menjaga perilaku, ucapan, dan bahkan penampilan di mata publik. Ekspektasi masyarakat yang tinggi menjadi pemicu utama bagi Jaja untuk terus berupaya memberikan yang terbaik, tidak hanya dalam karya tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Dedikasi Jaja Mihardja terhadap dunia hiburan memang tak perlu diragukan lagi. Pria yang dikenal dengan jargon khasnya ini mengungkapkan bahwa kecintaan mendalam dari masyarakat adalah alasan utama mengapa ia masih terus eksis dan berkarya hingga saat ini. "Kebetulan memang bidang Ayah di sini. Kalau disuruh berdagang atau pekerjaan lain, Ayah tidak bisa. Hanya di dunia seni inilah Ayah merasa menemukan tempat," tuturnya, menegaskan bahwa panggung dan layar kaca adalah habitat alaminya.
Lebih dari sekadar tampil, Jaja Mihardja juga menunjukkan kepeduliannya terhadap regenerasi dan pelestarian budaya. Ia sempat terlibat aktif dalam sebuah pertunjukan lenong yang melibatkan anak-anak muda dari berbagai daerah. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam baginya. "Tantangannya bagus sekali. Kami sangat bangga melihat anak-anak dari berbagai daerah mau mempelajari dan mahir berbahasa Betawi," ungkapnya. Ia memuji penampilan dan pemahaman para generasi muda terhadap seni tradisional tersebut, menunjukkan optimisme terhadap masa depan budaya Betawi.
Di tengah usianya yang tak lagi muda, Jaja Mihardja tetap memiliki keinginan kuat untuk mempertahankan gaya dan penampilannya yang telah menjadi ciri khasnya. Meskipun menyadari rambutnya kini mulai dipenuhi uban, ia mengaku ingin tetap tampil dengan gaya yang telah melekat pada dirinya selama ini. "Iya, Ayah maunya begitu. Sekarang belum sempat, tapi sepertinya sudah banyak uban, mau uban," pungkasnya sambil tersenyum, mengisyaratkan bahwa ia akan tetap menjadi Jaja Mihardja yang dikenal publik, dengan segala keaslian dan karismanya yang tak lekang oleh waktu. Kehadirannya di dunia hiburan terus menjadi inspirasi bagi banyak pihak, membuktikan bahwa passion dan dedikasi adalah kunci keabadian seorang seniman.






