Deteksinews.co.id – Aktris kenamaan Luna Maya akhirnya angkat bicara mengenai properti miliknya di Bali yang belakangan menjadi sorotan publik. Setelah menggelar prosesi melaspas yang menarik perhatian, Luna meluruskan spekulasi yang beredar, menegaskan bahwa bangunan tersebut bukanlah aset baru yang ia beli, melainkan sebuah hunian lama yang terpaksa dibangun ulang dari nol akibat kerusakan parah.
Luna Maya mengungkapkan bahwa tanah dan bangunan tersebut sebenarnya sudah menjadi miliknya sejak tahun 2011. Namun, seiring berjalannya waktu, terutama selama pandemi COVID-19 melanda, rumah tua itu mengalami nasib tragis. Terbengkalai selama bertahun-tahun tanpa penghuni, properti tersebut hancur lebur, tergerus cuaca ekstrem dan lapuk dimakan usia. Kondisinya begitu parah hingga nyaris tak berbentuk lagi.

"Sebenarnya ini bukan rumah baru, melainkan rumah lama yang sudah saya miliki sejak 2011," jelas Luna Maya saat ditemui di kawasan Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Ia menambahkan, "Waktu pandemi COVID-19, rumah itu benar-benar hancur karena bertahun-tahun tidak ada yang menempati. Rusak parah, sehancur-hancurnya karena memang rumahnya sudah tua. Akhirnya saya berpikir, sudahlah, lebih baik kita robohkan saja dan bangun yang baru."
Sebelum kondisinya memprihatinkan dan tergerus waktu, properti tersebut difungsikan oleh mantan kekasih Ariel Noah ini sebagai aset yang disewakan. Namun, melihat tingkat kerusakan yang dinilai sudah teramat parah dan tidak memungkinkan untuk sekadar diperbaiki, Luna akhirnya mengambil keputusan drastis. Ia memilih untuk meratakan seluruh bangunan lama dan memulai pembangunan kembali dari awal, memastikan struktur yang lebih kokoh dan modern.
"Saya sudah punya rumah itu sejak lama, dan memang dulu selalu saya sewakan. Tapi saat pandemi, kondisinya hancur total. Jadi, ya sudahlah, saya putuskan untuk merobohkannya dan membangun yang baru," paparnya lebih lanjut, menjelaskan alasan di balik proyek rekonstruksi besar-besaran ini. Keputusan ini bukan hanya untuk menyelamatkan aset yang terbengkalai, tetapi juga untuk menciptakan hunian yang sesuai dengan kebutuhannya saat ini.
Selain alasan penyelamatan aset, rekonstruksi rumah ini juga diputuskan demi mempermudah mobilitas Luna Maya selama berada di Pulau Dewata. Bintang film "Suzzanna: Bernapas dalam Kubur" itu mengaku selama ini kerap bermalam di hotel setiap kali berkunjung ke Bali. Hal ini dikarenakan rumah ibundanya terletak di bagian timur Bali, yang terbilang cukup jauh dari pusat aktivitas yang kerap ia datangi, seperti Kuta atau Seminyak.
"Kalau ke Bali, sekarang saya punya tempat sendiri. Biasanya kan kalau saya di Bali selalu menginap di hotel," ungkap Luna. "Rumah ibuku itu jauh dari daerah yang biasa kita kunjungi seperti Kuta, Seminyak. Ibuku kan di Timur Bali. Jadi, kalau cuma ke Bali sehari atau dua hari, rasanya terlalu jauh untuk mobilitas saya," tambahnya, menyoroti pentingnya memiliki tempat singgah pribadi yang strategis.
Setelah proses pembangunan rampung, aktris kelahiran Denpasar ini memastikan bahwa ia tidak lagi berniat menyewakan properti tersebut. Hunian baru itu dipersiapkan secara eksklusif sebagai tempat singgah pribadi baginya, serta sebagai persinggahan yang ramah dan nyaman bagi para sahabatnya yang ingin berkunjung ke Bali. Ini menunjukkan pergeseran fungsi dari aset komersial menjadi ruang personal yang hangat dan terbuka.
"Kalau disewakan sih tidak akan lagi. Jadi, ini buat teman-teman saja kalau ada yang mau ke Bali, kalau mau mampir boleh," pungkasnya dengan senyum. "Dan tentu saja, kalau saya ke Bali, saya punya tempat sendiri untuk bersinggah." Dengan demikian, rumah di Bali ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan simbol dari sebuah perjalanan panjang, dari reruntuhan menjadi hunian impian yang penuh makna pribadi bagi Luna Maya.






