deteksinews.co.id – Jaja Mihardja, maestro musik legendaris, kembali menyapa penggemar setelah melewati masa sulit akibat masalah kesehatan. Meski kini harus bersandar pada kursi roda, semangatnya untuk kembali menghibur tak sedikit pun padam. Ia baru-baru ini digandeng oleh presenter kondang Irfan Hakim dalam pementasan drama musikal bertajuk "de Hakim Ketika Cinta Bercerita", sebuah kolaborasi yang menunjukkan gairah seninya yang tak lekang oleh waktu.
Saat ditemui di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, belum lama ini, Jaja Mihardja memancarkan aura positif. Ia mengaku kondisi fisiknya telah jauh membaik dan kehadiran kembali di dunia hiburan memberinya suntikan semangat baru. "Sehat," ujarnya singkat namun penuh makna, saat ditanya mengenai keadaannya.

Ketika disinggung apakah kembali tampil di panggung turut mendongkrak kesehatannya, Jaja hanya mengangguk sembari menambahkan, "Lebih semangat." Ia membenarkan bahwa aktivitas seni ini memberinya energi positif yang luar biasa, seolah panggung adalah obat terbaik baginya.
Momen haru terjadi ketika Jaja ditanya soal kerinduannya bernyanyi. Tanpa ragu, ia mengiyakan. Bahkan, desakan wartawan untuk menyanyikan sepenggal lagu hitsnya, "Janda Depok", langsung disambut meriah. Jaja pun melantunkan bagian reff yang ikonik, memukau hadirin dengan suaranya yang khas.
Tak hanya itu, Jaja Mihardja juga memamerkan kepiawaiannya berbalas pantun, yang langsung mengundang gelak tawa. "Jam tujuh ku sudah jongkok, nunggu kereta jurusan Depok. Celana buatan Bangkok, pake kaos gambar uler sendok. Ayu Ting Ting bukannya nomplok, ngambil kayu gue digetok," lantunnya, menunjukkan sisi humoris yang tak pernah pudar.
Meski semangatnya membara, Jaja tak menampik bahwa ia masih harus menjalani perawatan medis secara rutin. "Masih… masih," katanya, menjelaskan bahwa ia kini menjalani pengobatan jalan sebulan sekali. Ia juga mengungkapkan masih merasakan sensasi panas pada beberapa bagian tubuhnya, terutama di area kaki, yang ia tegaskan bukan rasa ngilu melainkan sensasi hangat yang persisten.






