Deteksinews.co.id – Aktris senior Feby Febiola kini menjalani babak baru dalam kehidupannya yang jauh dari sorotan kamera dan gemerlap panggung hiburan. Sejak memutuskan untuk menetap di Pulau Dewata, Bali, bersama sang suami, Franky Sihombing, Feby secara drastis mengubah prioritas hidupnya. Ia tak lagi terikat dengan identitas keartisan yang membesarkan namanya, melainkan memilih membaur sebagai warga lokal biasa, sebuah transformasi yang menunjukkan sisi Feby yang lebih membumi dan otentik.
Ditemui di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, pada Senin (28/9/2026), Feby Febiola menegaskan pandangannya yang lugas mengenai profesi selebriti. Baginya, status keartisan hanyalah sebuah pekerjaan semata, bukan identitas yang melekat pada dirinya secara permanen. "Ya kan pada dasarnya saya manusia biasa aja gitu," ujarnya santai, menjelaskan bahwa di luar panggung dan layar kaca, ia adalah individu biasa seperti kebanyakan orang. Penekanan ini menunjukkan bahwa ia tidak ingin terjebak dalam citra glamor yang seringkali menyertai dunia hiburan.

Alih-alih mengejar gaya hidup mewah atau popularitas, Feby kini mengisi hari-harinya di Bali dengan kegiatan yang lebih bermakna. Bersama Franky Sihombing, ia aktif dalam pelayanan rohani. Pasangan ini mendedikasikan waktu dan energinya untuk membantu sesama serta komunitas di lingkungan mereka, sebuah kontras yang mencolok dari kehidupan selebriti pada umumnya. "Di Bali saya dan suami itu ada pelayanan. Jadi kita berdua melayani gitu," ungkap Feby, menggambarkan fokus barunya yang lebih spiritual.
Keterlibatan Feby dalam berbagai agenda keagamaan ini, menurutnya, bukan sekadar respons terhadap pertambahan usia atau pengalaman hidup yang telah ia lalui. Ia memandang kesadaran spiritual dan upaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sebagai kewajiban fundamental bagi setiap individu, tanpa memandang usia atau latar belakang. "Wah, sebenarnya kalau mendekatkan diri kepada Tuhan enggak harus menunggu umur sih, ya. Kayaknya memang itu kewajiban semua orang," tegas Feby, menyoroti kedalaman pemikirannya tentang spiritualitas yang universal.
Kehidupan sederhana yang ia temukan di Bali juga telah membuka mata Feby Febiola terhadap makna sejati kebahagiaan dan rasa syukur. Ia belajar bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari tumpukan materi atau kemewahan yang melimpah. Sebaliknya, kebahagiaan ditemukan dalam kemampuan untuk menerima dan menghargai setiap momen yang sedang dijalani, sebuah filosofi hidup yang ia pegang teguh. "Dulu saya pikir bahwa bersyukur itu harus punya segala sesuatu, tapi ternyata bersyukur itu sangat sederhana sebetulnya, walaupun tidak sederhana dilakukan ya," pungkasnya, merefleksikan perubahan paradigma dari fokus eksternal ke internal.
Transformasi Feby Febiola dari aktris papan atas menjadi individu yang berfokus pada pelayanan dan kesederhanaan di Bali memberikan inspirasi. Ia membuktikan bahwa makna hidup sejati seringkali ditemukan di luar zona nyaman dan gemerlap dunia hiburan. Dengan melepas status selebriti, Feby menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang lebih otentik, membuktikan bahwa identitas diri tidak selalu harus terikat pada profesi atau popularitas. Kisah Feby menjadi pengingat bahwa esensi kemanusiaan terletak pada kebermanfaatan dan penerimaan diri.






