deteksinews.co.id – Nama YouTuber Bigmo kembali menjadi perbincangan hangat setelah dirinya terseret dalam pusaran kasus hukum yang tak kalah pelik dari sebelumnya. Kali ini, kreator konten muda tersebut harus berhadapan dengan tudingan serius terkait dugaan eksploitasi ekonomi anak, sebuah isu yang langsung menghebohkan jagat maya dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Bigmo dilaporkan ke Polda Metro Jaya setelah sebuah potongan video siaran langsungnya viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, ia diduga melibatkan anak-anak di bawah umur untuk mempromosikan produk rokok elektrik atau vape, sebuah tindakan yang sontak menuai kecaman publik dan menarik perhatian kementerian serta lembaga perlindungan anak. Kasus ini kini tengah ditangani oleh Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya, dengan status penyelidikan yang masih berlangsung.

Menanggapi gelombang kritik, tim hukum Bigmo, yang diwakili oleh Riphat Senikentara, meminta masyarakat untuk melihat persoalan ini secara lebih objektif. Mereka menekankan bahwa Bigmo, dengan usianya yang baru menginjak 24 tahun, masih berada dalam fase kehidupan yang rentan terhadap kekhilafan. Riphat menjelaskan bahwa Bigmo telah bergerak cepat dengan mendatangi keluarga anak-anak yang terlibat untuk menyampaikan permohonan maaf dan meluruskan kesalahpahaman. Menurutnya, semua yang terjadi dalam siaran langsung tersebut bersifat spontan, tanpa ada arahan atau skenario.
Lebih lanjut, pihak Bigmo juga mengklaim bahwa mayoritas penonton kanal digitalnya adalah orang dewasa. Mereka menyebut lebih dari 97% audiens merupakan kalangan dewasa dan telah memasang batasan usia 18 tahun ke atas pada kontennya, menandakan bahwa siaran tersebut memang tidak diperuntukkan bagi anak-anak.
Ini bukan kali pertama Bigmo berurusan dengan hukum akibat kontennya. Sebelumnya, ia pernah dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik oleh Azizah Salsa, sebuah kasus yang berakhir damai setelah Bigmo berjanji untuk memperbaiki kualitas kontennya. Kini, di tengah badai kontroversi baru, Bigmo kembali mengumbar janji serupa. Ia menyatakan komitmen penuh untuk mengevaluasi semua konten yang telah dibuatnya dan bertekad untuk menghadirkan karya-karya yang lebih positif, bermanfaat, menghibur, serta edukatif di masa mendatang.
Riphat Senikentara menambahkan, langkah Bigmo untuk berdiskusi dan mencapai kesepakatan dengan pihak keluarga anak-anak yang terlibat menunjukkan tanggung jawabnya atas insiden yang terjadi. Publik kini menanti, apakah janji-janji perbaikan konten dari Bigmo kali ini akan benar-benar terwujud, ataukah hanya akan menjadi pengulangan dari episode-episode sebelumnya.






