Aurelie Moeremans: Luka Lama Terkuak, Hati Terguncang!

Celina

Celina

Aurelie Moeremans: Luka Lama Terkuak, Hati Terguncang!

Deteksi News – Jagat hiburan tanah air baru-baru ini dihebohkan dengan pengakuan berani dari aktris cantik Aurelie Moeremans. Lewat e-book berjudul "Broken Strings," Aurelie secara gamblang membuka lembaran kelam masa lalunya, sebuah trauma yang ia pendam selama kurang lebih 16 tahun. Karya yang tak disangka-sangka ini mendadak viral, menarik perhatian publik luas dan memicu berbagai perbincangan di media sosial.

Aurelie sendiri, seperti yang ia sampaikan kepada awak media pada Rabu (14/1/2026), mengaku terkejut dengan respons masif terhadap bukunya. "Jujur aku tidak menyangka. Awalnya aku pikir buku ini akan dibaca secara terbatas," ujarnya, matanya memancarkan keheranan sekaligus rasa syukur. Namun, dukungan yang mengalir deras, bahkan di tengah polemik yang muncul, ia terima sebagai bagian tak terpisahkan dari proses. Yang paling menyentuh hatinya adalah ketika banyak perempuan muda dan para orang tua merasa terbantu, menemukan resonansi dalam kisahnya. "Itu bikin semua ketakutan di awal terasa sepadan," imbuhnya, menunjukkan betapa validasi dari pembaca menjadi penyemangat terbesarnya.

Aurelie Moeremans: Luka Lama Terkuak, Hati Terguncang!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih dari sekadar sebuah cerita, "Broken Strings" adalah sebuah perjalanan. Aurelie menjelaskan bahwa e-book ini bukanlah hasil dari seseorang yang telah pulih sepenuhnya, melainkan justru menjadi instrumen vital dalam proses penyembuhannya sendiri. "Menulisnya adalah bagian dari proses pulih itu sendiri," tegasnya. Selama bertahun-tahun, banyak hal yang ia kira sudah selesai dan terkubur, namun ternyata masih membekas dalam jiwanya. Melalui proses menulis, kenangan-kenangan pahit itu satu per satu muncul ke permukaan, memberinya pemahaman baru tentang apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. "Menulis membuat aku berhenti menyalahkan diri sendiri," sebuah pengakuan jujur yang menggambarkan betapa transformatifnya proses kreatif ini baginya.

Mengenai motivasi di balik perilisan "Broken Strings," Aurelie dengan tegas menepis anggapan adanya niat komersial. Sejak awal, e-book ini memang dirilis secara gratis. "Awalnya sama sekali tidak ada niat komersil. Bahkan e-book pun aku rilis gratis karena, jujur aku tidak ingin ada kesan ‘menjual trauma’," jelasnya, menunjukkan integritas dan ketulusan niatnya untuk berbagi, bukan untuk meraup keuntungan dari penderitaan masa lalu. Keputusan ini semakin menegaskan bahwa "Broken Strings" adalah sebuah persembahan tulus, sebuah jembatan empati dari Aurelie Moeremans untuk siapa pun yang pernah merasakan kepedihan serupa.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar