Deteksinews.co.id – Aktris kenamaan Acha Septriasa mengungkapkan pengalaman tak terduga dan mendebarkan yang ia alami usai menuntaskan ajang lari maraton perdananya. Setelah berhasil menyelesaikan rute sejauh 42 kilometer di Sydney, Australia, Acha mengaku sempat mengalami kondisi pingsan atau blackout setibanya di kediaman pribadinya. Insiden ini terjadi saat ia hanya berdua dengan putri semata wayangnya, Bridgia Kalina Kharisma, di rumah.
Tubuh Acha ambruk secara tiba-tiba, tak mampu menahan beban kelelahan ekstrem yang melanda setelah mengerahkan seluruh tenaga dan staminanya di lintasan lari. Momen tersebut menjadi pengingat betapa beratnya tantangan yang baru saja ia taklukkan, sekaligus konsekuensi fisik yang harus dihadapi. "Kemarin pas lagi aku tinggal sama Bri berdua selesai maraton, aku ingat banget aku sempat blackout gitu," ujar Acha Septriasa dalam sebuah kesempatan wawancara di Jakarta.

Aktris yang juga seorang ibu ini menduga kondisi fisiknya menurun drastis karena kombinasi faktor cuaca ekstrem, dehidrasi parah, dan keterlambatan asupan nutrisi setelah menyelesaikan rute panjang tersebut. Menurutnya, sebagai pelari maraton perdana untuk jarak 42 kilometer, tubuhnya mungkin belum sepenuhnya siap menghadapi tekanan sebesar itu. Faktor-faktor tersebut membuat staminanya langsung merosot tajam, hingga memicu insiden pingsan.
"Jadinya karena memang mungkin baru pertama kali lari 42 kilo. Gak tahu gitu rasanya badan mungkin ada heartstroke-nya juga, mungkin badan juga ngerasanya kurang minum dan juga gak langsung makan protein, jadinya lemah banget waktu itu. Akhirnya aku ya gitu, blackout di depan kamar, jatuh," terangnya, menggambarkan betapa cepatnya kondisi fisiknya menurun hingga ia tak sadarkan diri di depan kamarnya.
Momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat membekas bagi Acha Septriasa. Di satu sisi, ia merasakan kebanggaan luar biasa karena berhasil menembus batas kemampuan fisiknya dan menyelesaikan maraton penuh. Namun, di sisi lain, ia harus menghadapi kenyataan pahit berupa konsekuensi kelelahan berat yang berujung pada insiden pingsan. "Itu pengalaman yang seru banget, lucu, tapi kayak di satu sisi sedih juga karena aduh ini selesaiin lari panjang dapat prestasi, tapi sudahannya blackout," bebernya, menunjukkan campur aduk perasaannya.
Bintang film yang dikenal lewat berbagai judul layar lebar ini menjelaskan bahwa proses pemulihan dari maraton penuh memerlukan waktu yang tidak sebentar. Ia harus memberikan jeda istirahat yang cukup bagi tubuhnya sebelum kembali melakukan aktivitas olahraga berat. Ini adalah pelajaran penting bagi setiap pelari, terutama mereka yang baru pertama kali menaklukkan jarak maraton. "Karena lari 42 kilo pasti recovery-nya tuh agak lama. Jadi untuk bisa lari lagi tuh aku ada jedanya dulu gitu," jelasnya.
Beruntung, sang putri, Bridgia, yang berada di lokasi saat insiden terjadi, langsung menunjukkan kepedulian besar. Meskipun masih kecil, Bridgia dengan sigap mendampingi dan membawakan minuman untuk membantu Acha melewati masa-masa pemulihan setelah insiden tersebut. Sikap sang putri yang penuh perhatian ini menjadi penghiburan tersendiri bagi Acha di tengah kondisi fisiknya yang melemah. "Cuman Bridgie benar-benar bantu aku banget sih pada saat recovery. Dia benar-benar kayak, ‘Mami minum ini ya, ini, ini,’ gitu. Karena anak sudah gede ya, jadi dia sudah benar-benar care banget saja, kelihatan care banget gitu sama orang tuanya," pungkas Acha, mengapresiasi perhatian tulus dari putrinya. Pengalaman ini menjadi bukti bahwa di balik pencapaian gemilang, ada tantangan fisik dan emosional yang tak kalah besar, serta dukungan keluarga yang tak ternilai harganya.






