Hati Ayah Hancur! Ruben Onsu Bongkar Drama Anak di KPAI
Deteksi News – Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Presenter kondang, Ruben Onsu, baru-baru ini mengguncang kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Menteng, Jakarta Pusat. Bukan untuk sensasi, melainkan membawa sebuah aduan memilukan terkait nasib kedua buah hatinya, Thalia dan Thania Putri Onsu. Didampingi kuasa hukum setianya, Minola Sebayang, Ruben tak datang dengan tangan kosong; ia membawa tumpukan bukti yang mengisyaratkan adanya dugaan pelanggaran hak anak yang dilakukan oleh pihak mantan istrinya, Sarwendah.

Poin pertama yang menjadi pukulan telak bagi hati seorang ayah seperti Ruben adalah pembatasan akses untuk berkumpul dengan anak-anaknya. Berdasarkan Akta 39 yang telah disepakati bersama, Ruben seharusnya mendapatkan jatah waktu dua hingga tiga hari dalam seminggu untuk tinggal bersama buah hatinya. Namun, kenyataan pahitnya, hak fundamental ini tak terealisasi secara penuh. "Ada aturan yang memang bersifat tertulis, mengatur dan disepakati 2 sampai 3 hari dalam satu minggu anak-anak ini berkumpul bersama dengan ayahnya. Jadi bukan bertemu, jadi berkumpul 2 hari, 3 hari dengan ayahnya. Ini yang tidak terealisasi dengan berbagai macam alasan dan kondisi," ungkap Minola Sebayang dengan nada prihatin, saat ditemui oleh awak media di KPAI Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
Tak hanya soal kerinduan yang terhalang, pihak Ruben Onsu juga menyuarakan dugaan eksploitasi anak yang kian memprihatinkan. Mereka menyoroti keterlibatan Thalia dan Thania dalam aktivitas siaran langsung atau live di media sosial, terutama pada malam hari. Aktivitas ini dianggap bukan hanya mengganggu jam istirahat krusial bagi tumbuh kembang anak, tetapi juga mengekspos mereka pada lingkungan yang berpotensi tidak aman secara psikis. "Ini yang tidak boleh ketika, kita melihat anak-anak itu diajak ikut live di malam hari bukan di jam anak-anak yang harusnya anak-anak istirahat karena besok harus sekolah lagi," tegas Minola, menyoroti pentingnya perlindungan anak dari beban yang tidak semestinya.
Poin terakhir yang diadukan Ruben Onsu menyentuh ranah yang lebih dalam dan sensitif: dugaan tekanan psikis serta doktrinasi di lingkungan rumah. Ruben merasakan adanya upaya sistematis yang membuat sikap anak-anaknya berubah drastis, terkesan menjauh dan bahkan menunjukkan ketakutan terhadap sang ayah. "Kalau di ruang publik saja mereka tidak segan-segan untuk melakukan sindiran-sindiran, hinaan-hinaan kepada ayah daripada anak kandungnya sendiri, tidak menutup kemungkinan di ruang tertutup hal itu juga sering dilakukan. Mencoba untuk mendoktrin anak-anak supaya tidak mau berkumpul dengan ayahnya atau mungkin ada ketakutan-ketakutan," pungkas Minola Sebayang, menggambarkan betapa rumitnya situasi emosional yang dihadapi anak-anak tersebut.
Kedatangan Ruben ke KPAI ini bukan akhir, melainkan langkah awal dari sebuah perjuangan panjang. Pihak kuasa hukum mengisyaratkan bahwa jika mediasi melalui KPAI tidak membuahkan hasil yang adil dan terbaik bagi kepentingan anak, maka gugatan hak asuh anak ke pengadilan akan segera didaftarkan. Ini adalah pertaruhan besar bagi Ruben Onsu, demi memastikan hak-hak dan kebahagiaan Thalia serta Thania Putri Onsu benar-benar terlindungi, seperti yang dilaporkan oleh deteksinews.co.id.






