Dilan Janiyar Blak-blakan: Demi Anak, Bukan Cinta Lama!
Deteksi News – Jagat maya sempat dihebohkan dengan spekulasi kedekatan selebgram Dilan Janiyar dengan mantan suaminya. Menanggapi riuhnya kabar tersebut, Dilan akhirnya buka suara. Dalam sebuah wawancara eksklusif di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Dilan Janiyar dengan tegas membantah anggapan bahwa komunikasi baik yang terjalin antara dirinya dan sang mantan mengarah pada sinyal rujuk.

Dengan senyum tipis namun penuh ketegasan, Dilan menjelaskan, "Aku berhubungan baik dengan mantan kan, bukan berarti aku jadi CLBK lagi atau cinlok lagi dong." Pernyataan ini seolah menjadi tamparan halus bagi para warganet yang terlanjur berasumsi. Ia menekankan bahwa interaksi mereka saat ini jauh dari nuansa romansa masa lalu, apalagi cinta lokasi yang baru.
Lebih lanjut, Dilan mengungkapkan alasan mendalam di balik keputusannya menjaga hubungan baik tersebut. "Karena anak juga butuh sosok bapaknya," ujarnya penuh pengertian. Ini bukan tentang cinta yang bersemi kembali, melainkan tentang kebutuhan fundamental seorang anak untuk merasakan kehadiran kedua orang tuanya, meskipun dalam format yang berbeda. "Cuma bukan berarti kita jadi berhubungan apa, jadi ada hubungan percintaan lagi gitu," tambahnya, menggarisbawahi prioritas utamanya adalah kebahagiaan dan tumbuh kembang sang buah hati.
Kondisi hubungan Dilan dengan mantan suaminya kini disebut jauh lebih stabil dan dewasa. Komunikasi di antara keduanya telah berevolusi menjadi lebih netral, tanpa lagi diwarnai drama atau konflik yang mungkin pernah ada di masa lalu. "Gak ada tendensi yang kayak mengarah ke arah yang kayak masih balas dendam, atau apa segala macam tuh nggak ada," jelas Dilan. Ia menambahkan bahwa kedua belah pihak kini sudah "sama-sama dewasa dan udah sama-sama ikhlas," dengan satu tujuan mulia: kebaikan anak mereka.
Bahkan, terkait kewajiban nafkah anak, Dilan memuji mantan suaminya yang tetap menjalankan tanggung jawabnya tanpa perlu diminta. Sebuah indikasi kematangan dan komitmen yang patut diapresiasi. Ini membuktikan bahwa perpisahan tidak selalu berarti permusuhan, melainkan bisa menjadi jalan untuk mencapai kedewasaan bersama demi masa depan buah hati mereka, seperti dilansir dari deteksinews.co.id.






