Waspada! Kenali Gejala Campak pada Si Kecil

Nuraini

Nuraini

Waspada! Kenali Gejala Campak pada Si Kecil

Deteksi News – Sebagai orang tua, tentu kita selalu khawatir akan kesehatan anak-anak kita. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah campak, penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan sering menyerang anak-anak. Mengenali gejala campak sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat. Penyakit ini, jika tidak ditangani dengan baik, bisa menimbulkan komplikasi serius. Oleh karena itu, mari kita bahas lebih lanjut mengenai gejala campak pada anak.

Virus campak menyebar dengan mudah melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin. Virus ini juga bisa bertahan di udara dan permukaan benda selama beberapa jam, sehingga penularan bisa terjadi tanpa kontak langsung. Lalu, bagaimana kita mengenali gejala campak pada anak?

Waspada! Kenali Gejala Campak pada Si Kecil
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Gejala campak bisa muncul dalam beberapa fase dan tingkat keparahannya bervariasi. Gejala awal biasanya meliputi demam tinggi, batuk kering, pilek, dan mata merah serta berair. Beberapa anak mungkin juga mengalami bercak-bercak putih kecil di dalam mulut (bercak Koplik) sebelum ruam muncul. Ini adalah ciri khas campak, meskipun tidak selalu muncul pada setiap kasus.

Setelah beberapa hari (biasanya 3-5 hari setelah gejala awal), ruam kemerahan akan muncul. Ruam ini biasanya dimulai di wajah, lalu menyebar ke leher, tubuh, lengan, dan kaki. Ruam berupa bintik-bintik merah kecil yang bisa menyatu. Setelah beberapa hari, ruam akan memudar, terkadang berubah warna menjadi kecoklatan sebelum akhirnya hilang.

Secara umum, perkembangan gejala campak bisa dibagi menjadi tiga fase: fase prodromal (gejala awal), fase erupsi (munculnya ruam), dan fase penyembuhan. Penting untuk selalu memantau kondisi anak dengan seksama, karena beberapa anak mungkin mengalami gejala yang lebih ringan atau berbeda.

Diagnosis campak biasanya berdasarkan gejala klinis, terutama adanya ruam khas. Namun, untuk memastikan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan fisik, tes darah, tes PCR, dan pemeriksaan bercak Koplik.

Segera konsultasikan dengan dokter jika anak Anda menunjukkan gejala campak, terutama jika demamnya tinggi dan berlangsung lama, anak tampak sangat lemas, sulit bernapas, atau mengalami dehidrasi. Ingat, pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) adalah cara paling efektif untuk mencegah campak. Jika anak Anda belum mendapatkan vaksin MMR, segera konsultasikan dengan dokter.

Pengobatan campak umumnya bersifat suportif, bertujuan untuk meredakan gejala seperti demam dan nyeri. Istirahat cukup, banyak minum cairan, dan pemberian obat penurun demam (seperti paracetamol) bisa membantu. Namun, jangan memberikan obat apa pun tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama untuk bayi. Kesehatan anak adalah prioritas utama kita sebagai orang tua.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar