Tidur Anak Tak Nyenyak? Waspada!

Nuraini

Nuraini

Tidur Anak Tak Nyenyak? Waspada!

Deteksi News – Malam hari yang seharusnya tenang, justru berubah menjadi waktu penuh kekhawatiran bagi banyak orang tua. Si kecil yang terus-menerus terbangun, gelisah, atau menangis tanpa sebab jelas, seringkali membuat hati orang tua menjadi cemas. Meskipun terkadang dianggap hal biasa, pola tidur yang terganggu berulang kali perlu mendapat perhatian lebih. Tidur bukan sekadar istirahat, melainkan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak secara fisik, emosional, dan kognitif. Gangguan tidur dapat menghambat proses perbaikan sel, memperlemah daya tahan tubuh, dan mengganggu pemrosesan pengalaman harian. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai orang tua untuk lebih peka terhadap sinyal-sinyal kecil yang mungkin mengindikasikan masalah kesehatan anak.

Berikut beberapa tanda gangguan tidur pada anak yang sering terlewatkan, seperti yang dikutip dari sleepfoundation.org:

Tidur Anak Tak Nyenyak? Waspada!
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net
  1. Susah Tidur atau Sering Terbangun: Anak yang sulit tidur atau sering terbangun di tengah malam tanpa alasan yang jelas mungkin mengalami insomnia. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari stres, ketakutan, hingga kebiasaan tidur yang buruk dan paparan gadget sebelum tidur. Insomnia ditandai dengan kantuk berlebihan di pagi hari, kesulitan berkonsentrasi, dan emosi yang mudah meledak. Membangun rutinitas tidur yang konsisten dan lingkungan tidur yang nyaman sangat penting.

  2. Mendengkur atau Bernapas Tidak Teratur: Mendengkur yang disertai jeda napas panjang bisa menjadi tanda obstructive sleep apnea (OSA). Pada kondisi ini, saluran napas bagian atas menyempit atau tersumbat saat tidur, menyebabkan jeda napas dan terbangun secara tiba-tiba. OSA menyebabkan tidur yang tidak berkualitas, membuat anak tetap lelah meskipun sudah cukup tidur. Jika mendengkur disertai napas megap-megap, posisi tidur aneh, atau berkeringat malam hari, segera konsultasikan ke dokter.

  3. Tidur Berjalan atau Mengigau: Anak yang berjalan dalam keadaan tidur atau mengigau mengalami parasomnia. Meskipun umumnya tidak berbahaya dan berkurang seiring usia, parasomnia bisa menjadi masalah jika sering terjadi atau membahayakan anak. Kondisi ini sering dipicu kelelahan, demam, atau stres.

  4. Gerakan Kaki yang Tidak Terkendali: Gerakan kaki yang gelisah atau rasa tidak nyaman di kaki saat tidur bisa menandakan Restless Legs Syndrome (RLS) atau Periodic Limb Movement Disorder (PLMD). Kedua kondisi ini mengganggu tidur dan menyebabkan kelelahan serta kesulitan fokus di siang hari.

  5. Ngompol Malam Hari (Enuresis): Meskipun umum pada anak kecil, enuresis yang berlanjut setelah usia lima tahun bisa menjadi tanda gangguan tidur, yang mungkin terkait faktor genetik, stres, atau keterlambatan perkembangan sistem saraf. Ngompol juga bisa menjadi gejala OSA.

  6. Mengantuk Berlebihan di Siang Hari (Excessive Daytime Sleepiness – EDS): Anak yang mudah mengantuk dan lesu sepanjang hari mungkin mengalami EDS, yang bisa menandakan kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk akibat insomnia, OSA, atau parasomnia. Dalam kasus jarang, EDS juga terkait kondisi neurologis seperti narkolepsi.

Gangguan tidur pada anak bukan sekadar rewel atau bangun malam. Ini adalah sinyal ketidakseimbangan dalam tubuh atau pikirannya. Jika dibiarkan, dampaknya bisa meluas ke prestasi belajar, kesehatan mental, dan interaksi sosial. Sebagai orang tua, kita memiliki peran penting dalam menciptakan kebiasaan tidur sehat dan mengenali perubahan pola tidur sejak dini. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau spesialis tidur jika ada tanda-tanda mencurigakan. Langkah kecil kita hari ini adalah investasi besar untuk masa depan anak yang lebih sehat dan bahagia.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar