Deteksi News – "Kenapa langit biru, Pah?" "Kenapa kita harus tidur malam, Mah?" Pertanyaan-pertanyaan menggemaskan ini seringkali membanjiri kita sebagai orang tua. Awalnya lucu, tapi lama-lama bisa bikin kepala pening dan kesabaran menipis. Jangan khawatir, Ayah Bunda! Ini bukan tanda anak nakal, melainkan tanda otaknya sedang berkembang pesat!
Anak-anak, khususnya di usia eksplorasi, menggunakan pertanyaan sebagai alat untuk memahami dunia. Mereka mengamati, lalu bertanya untuk mencari tahu. Jadi, alih-alih merasa terganggu, anggaplah pertanyaan-pertanyaan itu sebagai pujian terselubung. Mereka mempercayai kita sebagai sumber informasi utama! Ini kesempatan emas untuk mempererat hubungan dan menumbuhkan kecintaan mereka pada proses belajar.

Lalu bagaimana cara menjawabnya tanpa kehabisan energi? Kuncinya adalah menjawab secara ringkas, namun mengarahkan. Ajak mereka mencari jawaban bersama. Cari buku anak, ensiklopedia, atau bahkan lakukan eksperimen sederhana. Buat sesi tanya jawab khusus, sehingga anak mengerti bahwa bertanya itu boleh, asalkan ada waktu dan caranya. Dengan begitu, mereka merasa didengar dan sekaligus belajar disiplin berkomunikasi.
Ingat, anak yang banyak bertanya adalah anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Tugas kita adalah membimbing rasa ingin tahunya agar menjadi keinginan untuk belajar seumur hidup. Jadi, ubahlah sesi tanya jawab menjadi momen berkualitas. Dengan kesabaran dan kreativitas, kita bisa menjadi pembimbing terbaik bagi si kecil. Jangan sampai rasa penasaran mereka padam karena kita kehabisan kesabaran, ya!






