Deteksi News – Sebagai orang tua, kita seringkali merasa kewalahan menghadapi perilaku anak yang terkadang sulit dipahami. Tantrum, kebohongan, atau bahkan sikap membantah yang kerap muncul, seringkali membuat kita frustasi. Namun, buku "Seni Membaca Perasaan Anak" karya Park Jae Yeon (Penerjemah: Putri Permatasari; Penyunting: Aprilia Ramadhani, Anggi Mahasanghika; Ilustrasi: Gong In Young; Sampul & Isi Diolah: Grace Gabriella AP; Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, Cetakan keempat, Maret 2025) menawarkan solusi yang hangat dan penuh empati.
Buku ini, yang awalnya merupakan kumpulan kisah dari program Mom’s Radio, menawarkan pendekatan yang sangat personal dan dekat dengan realita kehidupan sehari-hari. Kisah-kisah nyata dari pengalaman para orang tua membuat kita merasa tidak sendirian dalam menghadapi tantangan mengasuh anak. Buku ini tidak hanya membahas masalah umum seperti tantrum dan kebohongan anak, tetapi juga menjelaskan cara bijak menghadapi anak yang suka membantah atau iri hati. Alih-alih langsung memarahi, buku ini mengajak kita untuk melihat perilaku tersebut sebagai sinyal emosional yang perlu direspon dengan pengertian dan komunikasi yang efektif.

Salah satu keunggulan buku ini adalah penyajian contoh kasus sehari-hari yang sangat jelas dan mudah dipahami. Situasi seperti anak yang tiba-tiba marah, mengeluh tanpa alasan, atau menolak tidur, dijelaskan dari perspektif anak, sehingga kita bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik perilaku tersebut. Buku ini mengingatkan kita bahwa setiap perilaku anak menyimpan makna emosional tersembunyi. Meskipun tidak mudah, pemahaman ini membantu kita menyadari bahwa di balik perilaku yang "menyebalkan", anak sebenarnya sedang berusaha berkomunikasi dengan caranya sendiri.
Selain wawasan mendalam, buku ini juga memberikan tips praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah. Mulai dari cara menenangkan anak saat tantrum, kalimat-kalimat yang membuat anak merasa didengar, hingga cara membangun kepercayaan agar anak mau terbuka, semuanya dijelaskan dengan langkah-langkah sederhana dan mudah diikuti. Buku ini memang tidak menjanjikan solusi instan, tetapi memberikan panduan yang komprehensif untuk membangun komunikasi yang sehat dengan anak.
Ilustrasi yang menarik dan ekspresif semakin memperkaya pengalaman membaca. Ilustrasi tersebut tidak hanya membuat buku ini lebih menyenangkan, tetapi juga menambah kedalaman emosional pada setiap pembahasan. Setiap bab mengangkat tema yang relevan dan informatif, misalnya alasan anak berbohong yang tidak selalu berarti anak tersebut jahat atau nakal.
Buku ini juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi anak untuk memproses emosinya sendiri dan belajar memecahkan masalah. Tidak semua masalah anak perlu langsung "diselesaikan" oleh orang tua. Kadang, peran terbaik kita adalah menjadi pendamping yang hadir tanpa menghakimi, membiarkan anak merasakan, berpikir, dan bertumbuh dari pengalamannya sendiri. Pesan-pesan seperti ini tidak hanya membantu kita memahami anak, tetapi juga mengajak kita untuk tumbuh bersama mereka.
"Seni Membaca Perasaan Anak" adalah buku yang sangat direkomendasikan bagi setiap orang tua yang ingin membangun hubungan yang lebih dekat dan harmonis dengan anak-anaknya. Meskipun teorinya sederhana, penerapannya membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan hati yang lapang. Dengan membaca buku ini, kita akan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana membangun komunikasi yang sehat, mengenali kebutuhan emosional anak, dan menjadi orang tua yang lebih sadar dan penuh kasih. Mari kita mulai langkah kecil ini untuk menciptakan ikatan yang lebih kuat dengan anak-anak kita.






