Deteksi News – Sebagai orang tua, kita pasti khawatir dengan penggunaan gadget oleh anak-anak. Di era digital ini, waktu layar (screen time) memang tak terhindarkan, namun dampaknya terhadap perkembangan otak dan kesehatan mental anak perlu kita perhatikan serius. Banyak penelitian menunjukkan hubungan antara waktu layar berlebihan dengan berbagai masalah, mulai dari kesulitan berkonsentrasi hingga perubahan struktur otak. Bayangkan, korteks prefrontal otak—bagian yang penting untuk pengambilan keputusan—bisa terpengaruh! Tentu kita tak ingin hal ini terjadi pada buah hati kita.
Studi menunjukkan perubahan fisik di otak anak yang terlalu banyak menatap layar. Area otak yang berperan dalam pengambilan keputusan bisa menjadi lebih tipis, koneksi antar area yang mengontrol fokus dan perhatian berubah, dan bahkan materi abu-abu di area penting untuk bahasa bisa berkurang. Ini bukan berarti kerusakan permanen, namun menunjukkan adaptasi otak yang berbeda akibat paparan layar berlebihan. Anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget juga mungkin mengalami kesulitan dalam pengaturan perilaku, interaksi sosial, dan bahkan keterikatan dengan orang tua. Mereka mungkin kurang empati dan kesulitan memahami isyarat sosial.

Selain itu, cahaya biru dari layar menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur. Ini mengganggu pola tidur, mengurangi tidur REM yang penting untuk pemrosesan informasi, dan berdampak negatif pada perkembangan otak. Anak-anak yang menghabiskan lebih dari empat jam sehari di depan layar lebih rentan mengalami kecemasan dan depresi. Stimulasi konstan dari layar digital bisa membuat mereka merasa terlalu terstimulasi dan secara emosional tidak terpenuhi.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Pertama, tetapkan batasan waktu layar yang jelas dan konsisten, sesuai usia dan perkembangan anak. Berikan waktu bebas layar secara teratur. Awasi aktivitas online mereka dan pastikan konten yang diakses aman dan sesuai usianya. Hindari penggunaan layar tanpa pengawasan, terutama untuk anak usia dini.
Kedua, berinteraksilah dengan anak selama waktu layar. Ajak mereka berdiskusi tentang apa yang mereka tonton atau mainkan. Lakukan aktivitas bersama yang tidak melibatkan layar, seperti bermain di luar ruangan, membaca buku, atau kegiatan kreatif lainnya. Kita juga harus menjadi teladan dengan membatasi penggunaan layar sendiri dan menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga tanpa gadget. Pastikan anak-anak mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas, hindari penggunaan layar setidaknya satu jam sebelum tidur.
Ketiga, berikan anak berbagai pengalaman online dan offline. Dorong mereka untuk terlibat dalam aktivitas yang merangsang kreativitas, imajinasi, dan perkembangan sosial. Ingat, kebosanan bisa menjadi ruang bagi kreativitas dan imajinasi! Terakhir, perhatikan kesejahteraan anak selama dan setelah waktu layar. Jika ada tanda-tanda masalah perilaku, kesulitan konsentrasi, atau masalah sosial, segera konsultasikan dengan profesional kesehatan.
Dengan menetapkan batasan yang sehat, mengawasi penggunaan layar, dan mempromosikan keseimbangan antara aktivitas online dan offline, kita dapat membantu anak-anak memanfaatkan teknologi secara positif dan melindungi perkembangan otak serta kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Ingat, setiap anak berbeda, jadi sesuaikan pendekatan kita dengan kebutuhan dan kepribadian masing-masing anak.






