Deteksinews.co.id – Aktris muda Syifa Hadju kembali menjadi sorotan tajam warganet. Hal ini bermula setelah Syifa membela Alyssa Daguise terkait bocornya wajah seorang anak dalam sebuah vlog, yang kemudian memicu berbagai reaksi. Namun, di tengah gelombang komentar, salah satu kritik pedas yang dilayangkan justru menyarankan Syifa untuk lebih fokus pada "suntik kromosom". Prosedur "suntik kromosom" sendiri dikenal sebagai metode kecantikan yang diklaim dapat mencerahkan kulit dengan memasukkan kombinasi zat seperti vitamin C dan sel punca (stem cell) langsung ke dalam pembuluh darah.
Melihat rentetan komentar bernada ‘julid’ tersebut, Deswita Maharani, sosok yang akrab disapa ‘ibu mermaid’ oleh Syifa dan rekan-rekannya seperti Beby Tsabina, Rebecca Klopper, Elina Joerg, Adzwa Aurell, serta Jovita Karen, tak tinggal diam. Dengan tegas, Deswita menyatakan bahwa perubahan fisik yang dialami Syifa adalah sesuatu yang sangat wajar dan alami. Ia merasa perlu memberikan pemahaman kepada para netizen yang dinilainya terlalu cepat menghakimi.

Deswita mengenang masa-masa Syifa dan teman-temannya menjalani syuting sinetron ‘Mermaid in Love’ yang penuh tantangan. "Waktu syuting Mermaid itu kulitnya gosong, kalian bisa bayangin saja ya. Hei kalian manusia-manusia yang gak pernah kejemur," ujar Deswita dengan nada geram saat menjadi bintang tamu dalam acara No Secret, Minggu (11/10/2026).
Ia menjelaskan betapa beratnya jadwal syuting yang harus dilakoni para aktris muda tersebut. "Bayangin ya, anak saya syuting dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Jadi mereka itu gak pernah bangun dari yang namanya air," tambahnya. Lokasi syuting yang ekstrem menjadi poin utama pembelaannya. "Bisa bayangin, mereka itu syuting di rawa-rawa, ada namanya studio di Persari itu kalau yang udah pernah ke sana pasti tahu danaunya seperti apa," kenang Deswita.
Tak hanya itu, mereka juga harus berhadapan dengan kondisi laut lepas. "Terus, habis itu kita dilempar ke Ancol, mereka harus syuting di tengah Ancol dengan ombak yang kayak gitu. Kita kalau lagi syuting siang itu dari jam 1 siang sampai jam 5 sore. Ya, kan kalau di tengah air gak mungkin break," lanjutnya, menggambarkan perjuangan para aktris muda tersebut. Selama tiga tahun penuh, para ‘mermaid’ muda ini harus bertahan di bawah terik matahari dan kondisi air yang tak menentu, tanpa jeda yang memadai.
Kekesalan Deswita semakin memuncak saat ia mengingatkan bahwa Syifa Hadju dan teman-temannya kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang mandiri dan berpenghasilan. "Kenapa Syifa sekarang cantik? Hai manusia, manusia itu berkembang dan bertumbuh memperbaiki diri," tegas Deswita. Ia menambahkan, "Kalau dia sekarang cantik ya wajar karena dia, buat kita di entertain itu kan modal. Makanya netizen percantik diri jangan cuma repot urusin orang. Coba ngaca deh yang komen gitu," ujarnya dengan nada kesal.
Deswita tidak segan-segan melontarkan kritik balik kepada para netizen yang melayangkan komentar negatif. "Gue paling sebel kalau anak-anak gue digituin," lanjut Deswita, "Biasanya yang komen gitu yang mukanya belengep." Ia juga menekankan bahwa Syifa Hadju sejak kecil memang sudah memiliki kulit yang bersih dan menggemaskan.
"Ya iyalah sekarang cantik, sudah berkembang, sudah banyak duit, banyak yang endorse. Gila deh!" pungkas Deswita, menutup pembelaannya dengan nada penuh emosi, sekaligus menegaskan bahwa perubahan penampilan Syifa adalah hasil dari pertumbuhan alami, perawatan diri yang lebih baik, dan dukungan finansial yang kini dimilikinya.






