Deteksinews.co.id – Aktris Davina Karamoy kembali menjadi sorotan publik setelah menjalani pemeriksaan kedua di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan yang melibatkan Hanania Travel. Dalam perkembangan terbaru yang cukup mengejutkan, kuasa hukum Davina mengungkapkan bahwa kliennya bukan hanya pihak yang dimintai keterangan, melainkan juga salah satu korban yang mengalami kerugian material dalam persoalan tersebut.
Pemeriksaan yang berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, itu dihadiri Davina dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, Yulius Irwansyah. Kehadiran Davina kali ini menjadi kelanjutan dari proses hukum yang tengah bergulir, di mana namanya terseret dalam pusaran kasus yang merugikan banyak pihak. Ketika disinggung mengenai kemungkinan Davina akan dihadirkan sebagai saksi di persidangan, Yulius menyatakan bahwa hal tersebut sepenuhnya tergantung pada kebutuhan penyelidikan dan proses hukum yang berjalan.

"Itu kepentingan pemeriksaan di persidangan, kita tidak tahu apakah dibutuhkan atau tidak," ujar Yulius Irwansyah kepada awak media di Polda Metro Jaya. Meski demikian, Yulius menegaskan bahwa Davina siap untuk mengikuti setiap tahapan hukum yang ada. "Harus siap," katanya. Davina sendiri turut mengamini pernyataan pengacaranya, menunjukkan komitmen penuh untuk kooperatif. "Harus siap sih. Ikuti prosedur sajalah intinya. Teman-teman terima kasih ya, aku sudah harus berangkat syuting," kata Davina singkat sebelum bergegas meninggalkan lokasi.
Yulius kemudian menjelaskan secara rinci posisi Davina dalam kasus ini. Menurutnya, Davina memiliki itikad baik saat awal menjalin kerja sama dengan pihak travel tersebut. Kepercayaan itu kemudian mendorong Davina untuk mendaftarkan diri dan ibunya dalam program Haji Plus yang ditawarkan oleh Hanania Travel. "Ya, jadi gambarannya bahwa Davina ini juga korban. Nah, selama dia diajak kerja sama, dia melihat, dia beritikad baik, dia positif berpikir bahwa akhirnya karena ada program haji dari travel itu dengan bayaran Haji Plus itu 17.000 (US Dolar), dia telah membayar uang muka 10.000 (US Dolar) untuk keberangkatan dia," terang Yulius.
Namun, harapan Davina untuk menunaikan ibadah haji bersama ibunya kini terancam pupus. Hingga saat ini, keberangkatan mereka belum terlaksana akibat berbagai persoalan hukum yang tengah membelit Hanania Travel. "Nah, tapi sampai saat ini dikarenakan persoalan Hanania itu sendiri, akhirnya dia tidak berangkat sampai penjadwalannya mungkin akan tertunda atau mungkin kemungkinan bermasalah, kemudian kemungkinan terbesar tidak bisa diberangkatkan dari Hanania," lanjut Yulius, menggambarkan situasi yang tidak pasti.
Program Haji Plus yang dipilih Davina dan ibunya memang memiliki biaya yang tidak sedikit, yakni mencapai 17.000 dolar AS per orang. Davina telah membayarkan uang muka sebesar 10.000 dolar AS, yang menurut Yulius, merupakan pembayaran untuk keberangkatan dirinya dan sang ibu. "Davina dengan ibunya. Tapi setiap orang itu 17.000 US Dolar, dan dia sudah melakukan DP 10.000 (US Dolar)," ungkap Yulius. Ketika dikonfirmasi apakah masing-masing membayar uang muka 10.000 dolar AS, Yulius meluruskan bahwa jumlah tersebut adalah untuk berdua. "Enggak, untuk berdua," tegasnya.
Mengenai waktu keberangkatan, Yulius menjelaskan bahwa program Haji Plus umumnya memiliki daftar tunggu yang cukup panjang, berkisar antara tiga hingga lima tahun. Meskipun demikian, dengan kondisi Hanania Travel yang sedang bermasalah, pihak Davina masih berharap agar dana yang telah dibayarkan dapat dialihkan kepada travel lain. "Tapi melihat bahwa DP sudah dimasukkan, ya kemungkinan dengan posisi hukumnya Hanania yang sedang berjalan, ya kita masih bisa berharap sih dialihkan kepada travel lain untuk keberangkatannya," kata Yulius penuh harap. "Ya dari situ kalau memang tidak bisa, nanti kita akan memikirkan upaya selanjutnya," tambahnya, mengisyaratkan langkah hukum lebih lanjut jika tidak ada solusi.
Meski telah mengalami kerugian finansial yang signifikan, pihak Davina disebut belum secara khusus melaporkan kerugian tersebut. Kuasa hukum masih mencadangkan langkah hukum tersebut sambil menunggu kemungkinan adanya penyelesaian atau pertanggungjawaban dari pihak Hanania Travel. "Sampai saat ini belum, masih dicadangkan itu untuk melakukan upaya hukum. Tapi yang pasti, kita berharap sih dari pihak Hanania masih mau bertanggung jawab dengan mengalihkan kepada travel yang lain untuk keberangkatannya," pungkas Yulius. Terkait pendaftaran haji Davina dan ibunya di Kementerian Agama, Yulius mengaku belum mendapatkan informasi pasti, namun ia memastikan bahwa bukti pembayaran kepada Hanania Travel telah mereka miliki.






