Di Balik Ketegasan Shandy Sjariff: Ada Hati Emas!
Deteksi News – Sosok aktor Shandy Sjariff, yang dikenal dengan karisma dan perannya di layar kaca, baru-baru ini membuka tirai kehidupan pribadinya, khususnya mengenai gaya parenting yang ia terapkan pada kedua putri tercintanya. Jauh dari kesan kaku, Shandy membagikan filosofi pengasuhan yang memadukan ketegasan seorang ayah dengan kehangatan dan kebersamaan yang tak tergantikan. Pengakuan ini terungkap saat ia berbagi cerita di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, menciptakan gambaran seorang ayah yang modern namun tetap berpegang teguh pada prinsip.

Meski kerap terlihat santai, Shandy tak menampik bahwa ia adalah tipe ayah yang tak segan bersikap tegas, bahkan sedikit keras, jika memang situasi menuntut demikian. "Tapi kalau aku sebagai seorang ayah, memang di saat aku butuh aku lebih tegas atau sedikit lebih keras, ya itu akan aku lakukan," ujarnya dengan nada mantap, seperti dikutip dari deteksinews.co.id pada Sabtu (19/6/2026). Ketegasan ini, menurutnya, bukan tanpa alasan, melainkan demi membentuk karakter dan disiplin pada buah hatinya, menyiapkan mereka menghadapi dunia dengan mental yang kuat.
Namun, jangan salah sangka. Di balik prinsip disiplin yang kuat, Shandy Sjariff sangat mengedepankan momen-momen kebersamaan yang berkualitas. Ia percaya bahwa kebahagiaan dan ikatan emosional adalah fondasi utama dalam keluarga. "Disiplin dan lain-lain, kita happy-happy bareng-bareng, quality time. Normal aja sih," tambahnya, menggambarkan suasana rumah yang penuh tawa dan kehangatan, jauh dari kesan otoriter. Ini menunjukkan bahwa ketegasan Shandy adalah bagian dari kasih sayang, bukan dominasi.
Dengan dua putri yang memiliki rentang usia lima tahun, Shandy juga menekankan pentingnya perlakuan yang sama tanpa membedakan. Baginya, kasih sayang dan perhatian harus terbagi rata, memastikan kedua anaknya merasa dicintai dan dihargai secara setara. "Jadi sama. Bentuk kasih sayang, perhatian, apa yang mereka butuhkan, kita usahakan untuk sama. Jadi nggak ada sih perbedaan sama hal-hal itu," jelasnya, menunjukkan dedikasinya sebagai ayah yang adil dan penuh perhatian, menghindari potensi kecemburuan antar saudara.
Penilaian sang ayah pun diamini oleh putri sulungnya, Diva. Dengan jujur, Diva mengungkapkan bagaimana ayahnya selalu menjadi sosok yang sangat peduli dan perhatian terhadap kebutuhan serta keinginan anak-anaknya. "Sebenarnya Papa kalau soal caring sama anak-anak dari kedua anak itu bagus. Soalnya Papa tuh sering perhatiin kebutuhan atau keinginan anak-anaknya," tutur Diva. Namun, Diva juga tak menampik bahwa sang ayah akan bersikap tegas jika ada kesalahan yang dilakukan. "Kalau semisal ada salah aku, ya akan tegas gitu. Papa akan tegas sama kita berdua," imbuhnya, melengkapi potret Shandy sebagai ayah yang seimbang antara kelembutan dan ketegasan.
Melalui kisah Shandy Sjariff, kita bisa melihat bahwa menjadi orang tua adalah seni menyeimbangkan. Ketegasan bukan berarti tanpa cinta, dan kebersamaan tak lantas mengabaikan disiplin. Shandy Sjariff membuktikan bahwa seorang ayah bisa menjadi pilar kekuatan sekaligus sumber kehangatan, membentuk generasi yang tangguh namun tetap merasa dicintai sepenuhnya. Sebuah pelajaran berharga bagi setiap orang tua di era modern ini.






