Deteksi News – Zaskia Adya Mecca dan rombongannya, termasuk Indadari, Wanda Hamidah, dan Ratna Galih, tengah merasakan pengalaman yang kurang menyenangkan di Kairo, Mesir. Niat hati ingin bergabung dalam Global March to Gaza, mereka justru merasa "dikerangkeng" dan kesulitan bergerak bebas.
Kisah ini bermula ketika Zaskia membagikan pengalamannya di Instagram. Ia mengungkapkan bahwa setiap gerak-gerik mereka diawasi ketat oleh aparat keamanan. Bahkan, bus dan hotel tempat mereka menginap tak luput dari pemeriksaan. Ponsel dan media sosial para turis pun menjadi sasaran intaian.

Tak tahan dengan kondisi tersebut, Zaskia dan tim memutuskan untuk pindah ke hotel bintang lima. Namun, harapan mereka untuk terbebas dari pengawasan ternyata pupus. "Ternyata salah, mereka tetap terang-terangan mengikuti kami," keluh istri Hanung Bramantyo ini.
Meski merasa tidak nyaman, Zaskia dan tim mencoba bersikap layaknya turis pada umumnya. Mereka bahkan menyempatkan diri menyusuri Sungai Nil dengan perahu. "Karena kami playing tourist, jadi harus terlihat piknik sambil memastikan apakah para intel masih mengawasi kami," ujarnya.
Di tengah perjalanan menyusuri sungai, Zaskia merenungkan kepasrahan ibunda Nabi Musa saat menghanyutkan bayinya. Ia pun merasakan keyakinan yang sama, bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya yang berserah diri.
Zaskia menjelaskan bahwa timnya kesulitan bepergian keluar karena dipantau. Situasi ini dialami oleh banyak peserta Global March to Gaza lainnya. "Intinya mereka menahan semua pergerakan dari Kairo menuju Ismailia," tulis Zaskia.
Meski merasa sedih dan kecewa, Zaskia mengaku tidak patah semangat. Ia berharap perjuangan mereka untuk Palestina dapat terwujud. "Sedih pastinya, tapi tidak patah semangat karena perjuangan justru baru dimulai," pungkasnya. Aksi Global March to Gaza sendiri adalah aksi jalan kaki menuju Gerbang Rafah untuk menyerukan dibukanya akses misi kemanusiaan ke Gaza.






