Deteksinews.co.id – Suasana duka menyelimuti kediaman mendiang seniman legendaris Guruh Soekarnoputra di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di antara para pelayat yang hadir, tampak diva pop Indonesia, Vina Panduwinata, tak kuasa menahan kesedihan. Namun, di balik air mata duka, tersimpan sebuah penyesalan mendalam yang mengganjal hati Mama Ina, sapaan akrabnya, terkait permintaan terakhir almarhum yang belum sempat terpenuhi.
Vina Panduwinata, yang dikenal dekat dengan almarhum, mengungkapkan bahwa Guruh Soekarnoputra memiliki kegemaran luar biasa terhadap hidangan olahan kepiting. Selama bertahun-tahun, Vina sering kali mengirimkan makanan laut favorit tersebut sebagai bentuk perhatian dan persahabatan mereka yang erat. Kebiasaan ini menjadi salah satu cara Vina untuk berbagi kebahagiaan dengan seniman kawakan yang telah banyak menginspirasi banyak pihak, termasuk dirinya sendiri.

Momen terakhir pertemuannya dengan Guruh, sebelum kondisi kesehatan almarhum menurun drastis, menyisakan kenangan yang tak terlupakan bagi Vina. "Ada satu yang luar biasa pada terakhir ketemu, Mas Guruh tuh bilang, ‘Na, jangan lupa lho kepitingnya’," kenang Vina dengan suara bergetar, menirukan ucapan Guruh yang masih jelas terngiang di benaknya. Permintaan sederhana itu kini terasa begitu berat, menjadi simbol dari sesuatu yang belum sempat ia wujudkan di dunia ini.
Permintaan Guruh akan kepiting itu bahkan sempat mendapat "peringatan" dari sang kakak, Sukmawati Soekarnoputri. Mengingat kondisi kesehatan Guruh yang memang tidak memungkinkan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi besar, Sukmawati berpesan kepada Vina. "Mbak Sukma-nya bilang, ‘Jangan banyak-banyak lho, Na. Kalau kamu ngasih kepiting, kasihan adikku kan sakit’. Gitu, jadi gak boleh banyak-banyak," jelas Vina, mengindikasikan betapa perhatian keluarga terhadap asupan makanan Guruh demi menjaga kesehatannya.
Namun, takdir berkata lain. Sebelum Vina sempat mewujudkan niat baiknya untuk kembali mengirimkan hidangan kepiting kesukaan Guruh, kondisi kesehatan sang seniman keburu memburuk dengan cepat. Guruh Soekarnoputra akhirnya mengembuskan napas terakhir, meninggalkan Vina dengan rasa sesal yang mendalam. "Aku sedih juga, aku belum sempat pesenin kepitingnya, beliau sudah sakit terus sudah pergi," tuturnya memilu, menggambarkan kepedihan hati yang tak terlukiskan karena janji yang tak sempat tertunaikan.
Meski diliputi rasa penyesalan yang begitu kuat, Mama Ina berusaha untuk mengikhlaskan kepergian sahabatnya. Ia bersyukur pernah memiliki kesempatan untuk membawa senyum dan kebahagiaan bagi almarhum melalui hidangan kepiting yang selalu ia kirimkan. "Tapi aku bersyukur bahwa aku bisa dikatakan sudah berkali-kali membuat dia senyum, bahagia dengan aku kirimin kepiting. Ya pokoknya Mas Guruh, entar saya kirimin kepiting di sana," pungkas Vina Panduwinata dengan mata berkaca-kaca, seolah berjanji akan menunaikan permintaannya di alam yang berbeda, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang sahabatnya.






