Tommy Kurniawan: Badai Kritik MBG Wajar, Kisah Dunia Ini Buktinya!

Celina

Celina

Tommy Kurniawan: Badai Kritik MBG Wajar, Kisah Dunia Ini Buktinya!

Deteksi News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memang tak henti-hentinya menjadi topik hangat. Gelombang pro dan kontra terus membelah opini publik, menciptakan riak-riak perdebatan di berbagai lini. Di tengah pusaran polemik ini, aktor sekaligus politisi kondang, Tommy Kurniawan, tak tinggal diam. Dengan gayanya yang lugas dan penuh keyakinan, ia tampil ke muka, menyerukan agar masyarakat melihat program ini dengan kacamata yang lebih objektif dan jernih.

Bagi pria yang akrab disapa Tomkur ini, MBG bukan sekadar inisiatif biasa. Ia memandangnya sebagai sebuah langkah mulia yang memiliki dampak ekonomi berantai sangat luas, sekaligus menjadi strategi konkret untuk mengukir masa depan cerah bagi anak-anak bangsa. Tommy mengaku telah menyaksikan sendiri geliat positif program ini di lapangan, salah satunya di Kabupaten Bogor. "Saya melihat langsung bagaimana program ini menyentuh hati banyak keluarga yang membutuhkan," ujarnya saat dihubungi oleh deteksinews.co.id pada Sabtu (20/6/2026). "Banyak keluarga petani, pedagang keliling, kuli bangunan, sampai pekerja serabutan yang bebannya sedikit teringankan dengan adanya jaminan makanan bergizi untuk anak-anak mereka."

Tommy Kurniawan: Badai Kritik MBG Wajar, Kisah Dunia Ini Buktinya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tommy, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa, menegaskan bahwa pemenuhan gizi yang tepat sasaran adalah fondasi utama agar generasi penerus Indonesia dapat tumbuh sehat, cerdas, dan kompetitif di kancah global. Ia lantas menanggapi berbagai kritik dan kendala yang muncul di tahap awal pelaksanaan MBG. Menurutnya, hal itu adalah bagian dari proses yang sangat wajar, mengingat program serupa di Indonesia baru berjalan sekitar satu tahunan.

Suami dari Lisya Nurrahmi ini kemudian mengajak kita untuk melihat ke belakang, membuka lembaran sejarah dari negara-negara maju. Ia membandingkan bagaimana program serupa di masa lalu juga tak luput dari drama dan tantangan. Tommy mencontohkan Jepang, yang pernah dilanda darurat pangan dan kasus keracunan massal, sebelum akhirnya bertransformasi menjadi model tata kelola gizi dunia. Lalu, di Finlandia dan India, program serupa sempat ditolak karena anggaran yang membengkak, bahkan diterpa isu korupsi dan keracunan, namun perlahan berhasil menekan angka stunting secara signifikan. Yang paling anyar, di awal tahun 2000-an, kualitas makanan sekolah di Inggris sempat memprihatinkan karena didominasi makanan olahan murah, hingga akhirnya direformasi total menjadi School Food Standards yang super ketat.

"Dari beberapa negara percontohan ini, hampir semuanya memiliki masalah masing-masing di tahap awal. Saya rasa Indonesia akan terus berbenah dan melakukan perbaikan hingga akhirnya tujuan mulia ini tercapai," tuturnya penuh optimisme.

Tommy Kurniawan menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak anti-kritik. Di negara demokrasi, kritik adalah hak yang sah dan dilindungi undang-undang. Namun, ia menyayangkan jika kritik tersebut hanya bertujuan untuk menjatuhkan, memperkeruh suasana, atau bahkan memecah belah. "Kritik boleh, tapi jangan hanya kritik yang menghina dan menjatuhkan, apalagi membuat situasi menjadi gaduh atau menciptakan proksi untuk mengadu domba masyarakat. Alangkah baiknya jika kritik itu datang bersamaan dengan solusi," katanya dengan nada tegas.

Anggota DPR RI dari fraksi PKB itu berharap agar setiap kritik terhadap MBG dapat bersifat positif dan konstruktif. Sebab, dari situlah bisa lahir ‘vitamin’ bagi pemerintah untuk terus memperbaiki tata kelola program demi menyongsong Indonesia yang lebih baik. "Mari sebagai anak-anak muda, kita memiliki visi yang lebih maju ke depan dan terus berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara. Perpecahan dan pertikaian hanya akan membawa dampak buruk dan negatif bagi citra negara dan kita semua," pungkasnya. Ia juga mengingatkan bahwa kegaduhan justru bisa dimanfaatkan oleh oportunis yang tak ingin Indonesia mencapai cita-citanya. "Sejatinya, Indonesia adalah negara yang memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang lebih baik dan maju ke depannya."

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar