Terungkap Kronologi Pilu Dugaan Pelecehan Betrand

Celina

Celina

Terungkap Kronologi Pilu Dugaan Pelecehan Betrand

deteksinews.co.id – Tangis pilu seorang wanita berinisial ANW pecah di hadapan publik, mengungkap detail mengerikan dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama selebriti Betrand Peto. Kasus yang mengguncang jagat hiburan ini kini memasuki babak baru setelah ANW secara resmi mengajukan laporan ke Polda Metro Jaya.

Nathaniel Hutagaol selaku tim kuasa hukum ANW membenarkan telah mendaftarkan laporan polisi terhadap Alfonsus Toribio Tenkudi alias Betrand Peto pada 12 September 2026. "Laporan ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana pelecehan seksual," tegas Nathaniel di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara Minggu lalu. Pihak pelapor menjerat Betrand dengan Pasal 473 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta Pasal 6 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Terungkap Kronologi Pilu Dugaan Pelecehan Betrand
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak hanya Betrand, laporan serupa juga dilayangkan terhadap rekan sang artis berinisial WHA. WHA diduga terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap teman ANW, yang mengakibatkan luka pada telinga. Nathaniel turut menunjukkan bukti foto luka tersebut, menguatkan adanya insiden kekerasan lain yang menyertai peristiwa utama.

Dengan suara bergetar dan air mata yang tak terbendung, ANW kemudian membeberkan kronologi kejadian yang disebutnya berlangsung pada dini hari 12 September di sebuah klub malam elit di kawasan SCBD Jakarta Selatan. "Saya datang sekitar pukul dua pagi bersama seorang teman," kenang ANW, memulai ceritanya yang memilukan.

Di tengah suasana hingar bingar klub, seorang staf menghampiri mereka dan menawarkan untuk bergabung di area privat milik Betrand Peto. Tanpa sedikit pun prasangka buruk, ANW dan temannya menerima tawaran tersebut. "Kami tidak menyangka akan mengalami kejadian nahas di tempat itu," ujarnya lirih.

Awalnya, mereka dilayani oleh seorang pelayan wanita, namun tak lama kemudian digantikan oleh staf pria. Staf pria tersebut meyakinkan bahwa ruangan tersebut aman dan tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah minuman dibagikan, staf itu kemudian meninggalkan ruangan.

ANW sempat keluar dari ruangan untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di sofa luar. Saat kembali, ia mendapati temannya tidak ada, sedang berada di toilet. ANW pun kembali duduk di sofa, tepat di samping Betrand.

"Tiba-tiba Betrand menarik tangan saya," ungkap ANW. Ia mengaku sempat mengira Betrand mengajaknya untuk memeriksa temannya yang terlalu lama di toilet. Namun, dugaannya meleset jauh. "Ternyata di depan pintu toilet itu, saya dilecehkan," isak ANW, suaranya pecah menahan emosi.

Nathaniel Hutagaol menambahkan, insiden tersebut bukan sekadar pelecehan, melainkan juga melibatkan unsur kekerasan dan pemaksaan. Sebagai bukti, tim kuasa hukum menunjukkan sejumlah foto yang memperlihatkan kondisi fisik ANW pasca-kejadian.

"Ada visum untuk hidungnya yang disebut dibenturkan," jelas Nathaniel, sambil menunjukkan gambar cedera pada bagian hidung korban. Selain itu, terlihat pula memar di area leher dan lengan ANW, yang semakin menguatkan dugaan adanya kekerasan fisik dalam peristiwa tragis tersebut.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar