deteksinews.co.id – Mantan anggota JKT48, Cindy Gulla, kini menjadi pusat perhatian publik. Penampilannya yang selalu terlihat segar bugar setelah menyelesaikan berbagai ajang maraton dan trail run telah memicu perdebatan sengit di kalangan warganet. Banyak yang menudingnya tidak berlari secara jujur, bahkan disebut-sebut memanfaatkan jasa ojek hingga didampingi tim khusus selama perlombaan berlangsung.
Menanggapi gelombang tudingan miring tersebut, Cindy Gulla akhirnya angkat bicara. Ia mengakui adanya praktik kecurangan di dunia lari, namun dengan tegas membantah pernah melakukan hal serupa. "Aku ikut terseret karena memang setiap kali berlari, aku selalu mementingkan poni. Ini harus tetap on point agar aku bisa finis dengan gaya memukau, centil, dan tetap memesona," ujar Cindy saat ditemui di Studio Rumpi No Secret Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2026).

Cindy menjelaskan, penampilannya yang tetap rapi di garis finis bukanlah berkat bantuan kru di tengah lintasan. Menurutnya, itu adalah hasil dari persiapan matang yang dilakukannya sendiri sebelum berlomba. Ia juga menyangkal tudingan membawa rombongan lengkap, mulai dari penata rias hingga asisten pribadi. Persepsi tersebut, kata Cindy, timbul akibat banyaknya konten yang diunggah dari satu kali perlombaan.
"Makin ke sini makin seru, makin asyik, konten terus. Larinya satu kali, tapi unggah kontennya berkali-kali. Orang jadi mengira aku membawa tim. Ada yang bilang ‘ini mah bawa tim, bawa makeup artist, bawa asisten’, padahal astaga guys, aku berjuang membawa koper sendirian," keluhnya.
Lebih lanjut, Cindy menegaskan bahwa tudingan tersebut terdengar janggal, terutama saat ia mengikuti ajang trail run. Ia menjelaskan, peserta yang masuk ke lintasan ekstrem itu harus memenuhi kualifikasi khusus, termasuk memiliki pengalaman dan sertifikat dari perlombaan sebelumnya.
"Kalau pun aku mengajak tim, mereka juga harus bisa trail run. Kalau tidak, mereka bisa KO di tengah jalan. Dan daftar trail run itu ada kualifikasinya juga Kak. Jadi tidak bisa sembarangan ikut. Ada beberapa kategori yang mengharuskan menyertakan sertifikat pernah ikut minimal 10 atau 20 kilometer," jelasnya.
Meski menjadi sasaran komentar negatif di media sosial, Cindy mengaku tidak terlalu memikirkannya. Ia justru merasa terhibur dengan tudingan tersebut. "Sebenarnya sih kalau sebal tidak, tapi lebih ke menggelitik tawa saja sih. Kayak, ‘Ya ampun aku seniat itu kah membawa tim?’ Rasanya tidak juga, karena pertama biayanya membutuhkan dana fantastis ya. Aku saja pergi selalu sendiri. Hampir tidak pernah aku membawa teman karena memang ongkosnya tidak sedikit," pungkas Cindy.






