deteksinews.co.id – Kasus penggelapan dana fantastis yang menimpa figur publik Meicy Villia atau lebih dikenal Vilmei kini memasuki babak krusial. Setelah tiga individu ditetapkan sebagai tersangka, publik di media sosial ramai berspekulasi mengenai motif di balik aksi nekat karyawan tersebut. Salah satu isu paling santer adalah dugaan upah yang minim sehingga memicu pelaku menggasak pundi-pundi milik sang majikan.
Menanggapi tudingan miring seputar gaji karyawan, Vilmei dengan tegas membantah adanya keluhan serupa dari para pekerjanya. Ia bahkan mempertanyakan urgensi kebutuhan uang bagi karyawan yang notabene masih berusia muda. "Sepertinya tidak ada yang mengeluh seperti itu. Mereka kan masih anak-anak, butuh uang untuk apa sebenarnya?" ujar Vilmei saat ditemui di Polres Metro Bekasi baru-baru ini.

Pernyataan Vilmei diperkuat oleh kuasa hukumnya Koko Joseph Irianto. Menurut Koko, selama mengenal Vilmei, ia menyaksikan sendiri bagaimana kliennya sangat dermawan dan peduli terhadap kesejahteraan timnya. Tuduhan mengenai gaji yang kurang dinilai Koko sangat tidak masuk akal mengingat kondisi para pekerja Vilmei yang tampak sejahtera. "Vilmei itu sangat royal kepada karyawannya. Semua yang saya lihat hidupnya makmur. Jadi kalau dibilang kurang, itu keterlaluan menurut saya," tegas Koko Joseph Irianto.
Vilmei kemudian menjelaskan bahwa pelaku utama, berinisial Z, bukanlah bagian dari inti tim yang memegang kendali keuangan. Z yang merupakan seorang live streamer baru bergabung sekitar dua setengah tahun. Kesempatan emas muncul saat Z melihat celah untuk mengambil ponsel berisi saldo pendapatan TikTok Vilmei dari ruangan editor pada malam hari. "Mungkin dia mengambil karena ada kesempatan ya. Siapa yang tidak mau? Jadi sebenarnya bukan dia yang memegang akun, dia hanya mengambil ponsel dari ruangan editor saat malam," terang Vilmei.
Tindakan pengkhianatan ini menjadi pukulan telak bagi Vilmei. Ia mengaku Z adalah sosok yang baik dan rajin di awal masa kerjanya. Bintang media sosial ini tak menyangka bantuan serta kepercayaan yang diberikannya justru berujung pada kerugian hingga miliaran rupiah. "Anaknya baik sebenarnya, rajin juga, tekun juga, makanya sangat disayangkan. Awal masuk kerja juga polos sekali. Sudah hampir tiga tahun bekerja. Saya sayang sebenarnya sama dia," pungkas Vilmei dengan nada kecewa.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus menelusuri jejak aliran dana yang tersebar ke sekitar 20 hingga 29 rekening berbeda. Langkah ini dilakukan untuk mendalami potensi adanya tersangka baru yang terlibat dalam kasus pencurian besar ini.






