Sarwendah Beri Kesempatan Terakhir? Nasib Anak di Tangan Ruben!

Celina

Celina

Sarwendah Beri Kesempatan Terakhir? Nasib Anak di Tangan Ruben!

Deteksi News – Di tengah badai konflik pascaperceraian yang tak kunjung mereda, Sarwendah akhirnya melayangkan sebuah undangan krusial kepada mantan suaminya, Ruben Onsu. Langkah ini bukan sekadar formalitas hukum, melainkan sebuah uluran tangan demi mencari titik terang dan jalan tengah terkait sengketa pengasuhan serta hak anak yang belakangan semakin memanas, terutama demi masa depan dan ketenangan psikis kedua buah hati mereka, Thalia dan Thania.

Chris Sam Siwu, kuasa hukum Sarwendah yang dikenal vokal, mengonfirmasi bahwa pertemuan penting itu dijadwalkan pada 11 Juli mendatang. Harapannya, bukan hanya para ahli hukum yang beradu argumen, namun kedua orang tua kandung, Sarwendah dan Ruben, bisa duduk bersama secara langsung. "Pertemuan sudah kami undang. Masalah mereka hadir apa nggak, ya kami persilakan. Kalau memang mereka tidak bisa hadir, ya kami sangat menyayangkan. Tapi kami berharap mereka bisa hadir dalam pertemuan itu," tegas Chris Sam Siwu, saat ditemui di Gedung KPAI, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Sarwendah Beri Kesempatan Terakhir? Nasib Anak di Tangan Ruben!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih dari sekadar formalitas, Chris Sam Siwu menekankan bahwa undangan ini adalah kunci untuk memutus rantai keributan yang selama ini hanya memperkeruh suasana. Pihak Sarwendah sangat mendambakan adanya dialog langsung antara kedua belah pihak, bukan hanya melalui perwakilan hukum, agar isu-isu sensitif seperti pengasuhan, akses pertemuan, hingga nafkah anak dapat disepakati secara kekeluargaan. "Karena yang kami undang bukan hanya kuasa dengan kuasa, tapi klien dengan klien. Kami berharap ada titik temu, tidak lagi ribut-ribut," jelasnya, penuh harap.

Kesadaran mendalam untuk mengakhiri drama ini bukan tanpa alasan. Di balik hiruk-pikuk pemberitaan dan sengketa hukum, ada dua jiwa polos yang mulai merasakan imbasnya: Thalia dan Thania. Pihak Sarwendah dengan tegas berpendapat bahwa kedua putri mereka adalah korban utama dalam situasi ini. Oleh karena itu, ego masing-masing orang tua harus dikesampingkan, demi kenyamanan, rasa aman, dan masa depan psikis sang buah hati yang tak berdosa. "Bagaimanapun korban dari peristiwa ini bukan lagi para orang tuanya, tetapi anak-anak. Jadi itu yang kami hindari," tegas Chris Sam Siwu, menyiratkan keprihatinan mendalam.

Jika pertemuan pada 11 Juli ini benar-benar terwujud dan membuahkan kesepakatan yang tulus, ini bisa menjadi babak baru bagi kedua belah pihak. Sebuah harapan besar tersemat agar ketegangan antara Ruben Onsu dan Sarwendah dapat segera berakhir, membuka jalan bagi masa depan yang lebih tenang dan harmonis bagi kedua putri mereka. Saat ini, bola ada di tangan Ruben Onsu. Pihak Sarwendah dengan sabar menantikan konfirmasi kehadiran dari mantan suaminya, berharap ajakan damai ini tidak bertepuk sebelah tangan.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar