deteksinews.co.id – Sutradara sekaligus aktor Reza Arap kembali menjadi pusat perhatian publik. Film layar lebar perdananya berjudul Harusnya Horor kini memicu perdebatan sengit. Reza Arap dituding memanfaatkan kepergian almarhumah Lula Lahfah sebagai alat promosi. Namun ia dengan tegas membantah tudingan miring tersebut menegaskan bahwa karyanya adalah bentuk perayaan atas dedikasi terakhir sang mendiang di dunia perfilman.
Kontroversi ini bermula dari gestur Reza Arap yang menyediakan satu kursi khusus sebagai bentuk penghormatan bagi Lula Lahfah saat penayangan perdana. Tindakan tersebut justru menuai hujatan dari sebagian warganet yang menganggapnya sebagai upaya mencari sensasi dan menjual duka.

Meski dihujani kritik pedas, personel Weird Genius ini memilih untuk tidak ambil pusing. Ia bersumpah akan terus merayakan warisan Lula Lahfah dalam karyanya tanpa memedulikan opini publik yang berusaha menyudutkan niat baiknya. Baginya, komitmen terhadap mendiang lebih utama.
Reza Arap juga membantah keras adanya strategi pemasaran yang sengaja mengeksploitasi kesedihan demi mendongkrak angka penonton. Ia memastikan tidak ada gimmick semacam itu. Bukti-bukti seperti daftar panggilan syuting dan jadwal produksi masih tersimpan rapi sebagai penegas bahwa tidak ada glorifikasi kepergian almarhumah untuk keperluan promosi.
Ia merasa tidak adil jika kehadiran Lula Lahfah dikesampingkan hanya karena kekhawatiran akan opini orang lain. Mengingat posisi almarhumah yang sangat krusial sebagai salah satu pemeran utama, mengabaikan perannya sama saja dengan memanipulasi kebenaran. Kehadiran Lula adalah bagian tak terpisahkan dari film tersebut.






