Deteksinews.co.id – Aktris papan atas Pevita Pearce baru saja melewati momen emosional dalam perjalanan hidupnya. Menandai dua tahun perjalanan rumah tangganya bersama sang suami, Mirzan Meer, aktris berbakat ini mulai membuka suara mengenai dinamika kehidupan yang ia jalani di dua negara berbeda, yakni Indonesia dan Malaysia.
Perayaan hari jadi pernikahan mereka yang jatuh pada 20 Oktober lalu berlangsung sangat berkesan di Bali. Mengusung konsep bohemian festival yang artistik, acara tersebut tidak hanya menjadi perayaan cinta mereka, tetapi juga bertepatan dengan momen spesial bertambahnya usia Pevita yang kini menginjak 34 tahun. Dalam sebuah kesempatan berbincang di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Pevita mengaku tidak menyangka waktu berlalu begitu cepat sejak ia mengikat janji suci.

Memasuki tahun kedua sebagai seorang istri, Pevita merasakan adanya pergeseran prioritas dan pola hidup yang cukup signifikan. Ia mulai membedakan fungsi kedua negara tempat ia tinggal untuk menyeimbangkan antara ambisi profesional dan kehangatan domestik. Menurutnya, Jakarta tetap menjadi poros utama bagi eksistensinya di dunia hiburan.
"Kalau di Jakarta, rasanya sudah sangat pas untuk fokus bekerja dan terus berkarya. Jakarta adalah tempat di mana karier saya berkembang pesat," ungkap Pevita saat menjelaskan keterikatannya dengan industri kreatif di tanah air.
Namun, pemandangan berbeda ia temukan saat berada di Malaysia. Jika Jakarta adalah medan tempur profesionalnya, maka Malaysia adalah pelabuhan untuk mencari ketenangan. Pevita mengungkapkan bahwa ia sengaja memilih Malaysia sebagai tempat untuk melepas penat dan membangun kedekatan emosional dengan orang-orang tersayang.
Meski secara teknis ia tetap bisa menjalankan aktivitas pekerjaan di Malaysia, Pevita secara sadar memilih untuk memprioritaskan waktu berkualitas (quality time) bersama keluarga. Ia merasa perlu memiliki ruang di mana ia tidak hanya dikenal sebagai seorang aktris, tetapi juga sebagai bagian dari sebuah keluarga.
Menariknya, meskipun mereka menjalani pola hidup yang terpisah jarak, dukungan dari sang suami, Mirzan Meer, menjadi kunci keharmonisan mereka. Pevita menyebutkan bahwa Mirzan sangat suportif terhadap kariernya di Indonesia. Saat Pevita harus menetap di Jakarta demi tuntutan peran atau proyek film, Mirzanlah yang justru sering melakukan perjalanan untuk menemui dan menjenguk sang istri.
Meski saat ini pola tersebut terasa ideal, Pevita tetap bersikap realistis. Ia menyadari bahwa dinamika rumah tangga adalah sesuatu yang cair. Ia tidak menutup kemungkinan bahwa di masa depan, peran dan tempat tinggal mereka akan bertukar demi menyesuaikan kebutuhan keluarga yang terus berkembang. Bagi Pevita, yang terpenting bukanlah di mana mereka berada, melainkan bagaimana mereka tetap bisa saling mendukung satu sama lain.






