Deteksinews.co.id – Persoalan rumah tangga yang berujung pada perceraian sering kali menyisakan luka, tidak hanya bagi pasangan yang berpisah, tetapi juga bagi anak-anak yang menjadi korbannya. Hal inilah yang tengah dirasakan oleh selebgram asal Medan, Wardatina Mawa. Pasca resmi bercerai dari pengusaha Insanul Fahmi, Mawa harus menghadapi kenyataan pahit terkait pemenuhan hak nafkah untuk putra semata wayang mereka, Afnan.
Meski secara hukum hak asuh anak telah jatuh ke tangan Mawa, namun realita di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh dari kata ideal. Berdasarkan putusan Pengadilan Agama Lubuk Pakam yang telah ditetapkan sejak Juli 2024, mantan suaminya telah diwajibkan secara hukum untuk memberikan nafkah anak sebesar Rp 3 juta setiap bulannya. Namun, hingga saat ini, kewajiban tersebut dilaporkan masih tersendat dan belum terpenuhi secara konsisten.

Saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Wardatina Mawa secara terbuka mengonfirmasi permasalahan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud untuk terus menuntut, namun ia hanya ingin memperjuangkan hak yang memang sudah menjadi kewajiban sang ayah. "Iya, memang faktanya seperti itu. Sampai detik ini masih sulit. Saya bukan ingin menuntut, tetapi ini adalah hak dan kewajiban yang seharusnya dipenuhi," ungkap Mawa dengan nada bicara yang tenang namun tegas.
Namun, di balik ketegasannya, Mawa mengaku telah mencapai titik jenuh. Ia merasa lelah jika harus terus-menerus melakukan penagihan atas sesuatu yang seharusnya dilakukan secara sukarela oleh sang mantan suami. Untuk menghindari konflik yang berkepanjangan dan menjaga kesehatan mentalnya, Mawa memilih untuk berhenti menaruh harapan pada itikad baik Insanul Fahmi. "Sepertinya sudah di titik tidak mau lagi berharap," tambahnya.
Alih-alih terus larut dalam kekecewaan dan drama penagihan nafkah, Mawa memilih jalan yang lebih produktif. Sebagai seorang ibu tunggal (single parent), ia kini memfokuskan seluruh energinya untuk bekerja keras demi masa depan sang buah hati. Mawa terlihat semakin aktif mengambil berbagai peluang pekerjaan, terutama di industri fashion, guna memastikan kebutuhan ekonomi keluarganya tetap terjaga.
"Sekarang saya hanya ingin kerja keras, berusaha mandiri, dan berdiri di atas kaki sendiri demi masa depan anak," tegasnya. Fokus utama Mawa saat ini bukan lagi soal uang nafkah dari sang mantan suami, melainkan bagaimana ia bisa memberikan bekal terbaik bagi Afnan. Ia berkomitmen untuk membimbing anaknya dengan ilmu agama yang kuat serta pengetahuan dunia yang luas agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh di masa depan.






