Deteksinews.co.id – Selebgram populer Larissa Chou baru-baru ini membagikan kisah emosional mengenai perjalanan spiritualnya yang penuh lika-liku. Di tengah badai kehidupan yang menerpanya, termasuk kegagalan rumah tangga untuk kedua kalinya, perempuan keturunan Tionghoa ini mengaku sempat mengalami guncangan iman yang hebat. Ujian hidup yang datang bertubi-tubi membuatnya merasa sangat rapuh dan hampir kehilangan arah.
Dalam sebuah sesi bincang-bincang di kanal YouTube Oki Setiana Dewi, Larissa secara terbuka mengungkapkan betapa berat beban yang ia pikul sebagai orang tua tunggal. Rasa sepi yang mendalam dan tanggung jawab besar dalam membesarkan anak-anaknya sempat membuat ia merasa goyah. Namun, di tengah titik terendah tersebut, ia justru teringat kembali pada akar perjuangannya dalam memeluk agama Islam.

Larissa mengenang masa-masa sulit saat ia pertama kali memutuskan untuk menjadi mualaf pada tahun 2016 silam. Keputusan besar tersebut tidaklah mudah dan harus dibayar mahal dengan konflik keluarga yang hebat. Ia menceritakan bahwa saat itu ia sempat mengalami penolakan keras, bahkan hingga diusir dari rumah oleh keluarga besarnya. Konflik batin dan ketegangan dengan orang tua menjadi luka lama yang kini ia jadikan pengingat untuk tidak menyerah pada keadaan.
"Kalau mengingat perjuangan saat masuk Islam dulu, rasanya sangat berat. Saya sempat ribut dengan keluarga besar hingga diusir dari rumah, meskipun pada akhirnya saya bisa diterima kembali," ungkap Larissa dengan nada penuh haru.
Selain tantangan dari lingkungan keluarga, Larissa juga menceritakan betapa sulitnya ia mempelajari dasar-dasar agama secara otodidak di masa lalu. Tanpa bimbingan guru mengaji secara langsung pada awalnya, ia hanya mengandalkan konten internet untuk belajar beribadah. Ia bahkan sempat mengalami kekeliruan mendasar karena keterbatasan informasi yang ia dapatkan dari YouTube.
"Dulu saya belajar salat hanya dari YouTube. Saya sempat mengira semua salat itu empat rakaat, termasuk salat Subuh. Baru setelah itu saya memutuskan untuk mencari guru ngaji agar benar," kenangnya.
Kini, meski sedang berada dalam fase perjuangan hidup yang tidak mudah, Larissa berkomitmen untuk tetap teguh pada keyakinannya. Baginya, mundur dari agama bukanlah sebuah pilihan karena ia merasa sudah melangkah terlalu jauh dalam perjalanan spiritual ini. Selain itu, motivasi terbesarnya adalah harapan untuk bisa berkumpul kembali dengan anak-anaknya, Yusuf dan Alesha, di surga kelak. Keyakinan akan pertemuan kembali di akhirat menjadi pengikat iman yang paling kuat bagi dirinya untuk tetap bertahan di jalan yang ia pilih.






