Pandji "Mens Rea" Sowan MUI! Ada Apa Gerangan?

Celina

Celina

Pandji "Mens Rea" Sowan MUI! Ada Apa Gerangan?

Deteksi News – Komika kondang Pandji Pragiwaksono bikin geger jagat hiburan tanah air! Bersama pengacara kondang Haris Azhar, Pandji menyambangi Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026) sore. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam ini sontak memicu rasa penasaran publik.

Kedatangan Pandji ke MUI ini terjadi di tengah ramainya perbincangan soal materi stand-up comedy-nya yang berjudul "Mens Rea" yang tayang di Netflix. Materi tersebut memang menuai berbagai reaksi dari masyarakat, bahkan berujung pada pelaporan Pandji ke Polda Metro Jaya.

 Pandji "Mens Rea" Sowan MUI! Ada Apa Gerangan?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Haris Azhar menjelaskan bahwa kunjungan ini adalah bentuk silaturahmi dan tabayun untuk memberikan penjelasan kepada MUI terkait situasi yang berkembang belakangan ini. "Tadi kita ketemu dengan Prof. Kiai Haji Cholil Nafis. Niatnya tabayun, silaturahim, menjelaskan situasi yang berkembang belakangan ini. Persoalan Mens Rea ini sudah didiskusikan secara informal oleh sejumlah petinggi di MUI," ujar Haris di kantor MUI Pusat.

Menurut Haris, dialog dengan MUI adalah langkah awal yang penting di tengah banyaknya laporan yang muncul terhadap Pandji. Ia menilai MUI memiliki kapasitas keilmuan dan institusional untuk merespons polemik ini secara bijaksana. "Kami yakin MUI dengan fasilitas keilmuan dan institusinya akan merespons situasi ini dengan arif," tegasnya.

Haris juga menekankan bahwa dalam pertemuan tersebut, pihaknya tidak menuntut hasil atau keputusan tertentu. Mereka datang dengan itikad baik untuk menjelaskan maksud dan latar belakang pertunjukan "Mens Rea". "Kita jelaskan Mens Rea itu pertunjukan apa, tujuannya apa, prosesnya seperti apa. Selebihnya ngobrol rileks, tukar pikiran, dan diskusi banyak hal," imbuhnya.

Pandji Pragiwaksono pun menyampaikan hal senada. Ia mengatakan bahwa kedatangannya ke MUI adalah bentuk silaturahmi sekaligus upaya klarifikasi atas karyanya. "Saya di sini berniat untuk bersilaturahmi, kemudian untuk bertabayun, mencoba untuk menjelaskan maksud di balik pertunjukan saya. Saya dan Haris sering mengucapkan bahwa saya secara rekam jejak sangat sering menyediakan diri untuk dialog," kata Pandji.

Pandji mengaku terbuka untuk berdialog dengan pihak-pihak yang merasa tidak nyaman atau tidak sepakat dengan materi "Mens Rea". "Saya tentu akan sangat senang kalau ketika ada kebingungan atau ketidakjelasan atas produk pertunjukan saya, langkah pertama yang diambil adalah berdialog. Alhamdulillah dialognya juga terjadi," ujarnya. Ia juga menyebut perbincangan dengan petinggi MUI berlangsung hangat dan menyenangkan. "Pembicaraannya berjalan dengan sangat menyenangkan, penuh tawa. Saya senang bisa punya kesempatan untuk bertemu dan menjelaskan, karena itu buat saya yang paling krusial," ungkap Pandji.

Sebagai seorang seniman, Pandji menegaskan bahwa sebuah karya bisa ditafsirkan beragam, namun penciptanya juga berhak memberikan penjelasan. "Ketika saya bikin karya tentu ada banyak penafsiran. Tapi senimannya sendiri juga bisa ditanya untuk kejelasan maksud dari sebuah karya," pungkasnya.

Seperti yang kita ketahui, Pandji Pragiwaksono dilaporkan oleh sejumlah elemen masyarakat terkait materi "Mens Rea". Salah satu laporan datang dari Presidium Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU), Rizki Abdul Rahman Wahid, yang menyoroti materi yang dinilai menyindir kebijakan pemberian konsesi tambang kepada NU. Berdasarkan data yang dihimpun deteksinews.co.id hingga akhir Januari 2026, Polda Metro Jaya telah menerima sekitar enam laporan terkait materi "Mens Rea". Laporan tersebut terdiri dari lima laporan polisi dan satu pengaduan masyarakat, dengan dugaan pelanggaran berupa fitnah di muka umum, penghasutan, serta penistaan agama.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar