Deteksinews.co.id – Aktor berbakat Omara Esteghlal menegaskan komitmennya untuk tidak akan pernah berhenti menyuarakan isu-isu krusial yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatiannya adalah persoalan lingkungan hidup di Indonesia, termasuk fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi ancaman serius bagi ekosistem nasional.
Bintang film Pengepungan di Bukit Duri ini memandang bahwa popularitas dan jumlah pengikut yang ia miliki di media sosial bukanlah sekadar angka atau alat untuk mencari ketenaran semata. Baginya, status sebagai figur publik merupakan sebuah hak istimewa atau privilege yang membawa beban moral yang besar. Ia merasa memiliki kewajiban untuk menggunakan platform tersebut sebagai wadah aspirasi masyarakat.

"Yang saya pahami adalah kita memiliki tanggung jawab sekaligus hak istimewa. Kedua hal tersebut sangat krusial untuk menyuarakan aspirasi rakyat dan seluruh masyarakat Indonesia," ujar Omara saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Dalam perjalanannya sebagai aktivis sosial di media sosial, Omara menyadari bahwa menyuarakan kebenaran tidaklah selalu berjalan mulus. Ia mengaku tidak merasa khawatir terhadap berbagai hambatan, pembatasan, maupun tekanan yang mungkin muncul di kemudian hari. Baginya, setiap tantangan yang datang adalah konsekuensi logis dari sebuah perjuangan untuk keadilan.
Mengenai potensi turbulensi atau tantangan berat yang mungkin ia hadapi ke depan, aktor berusia 27 tahun ini menyatakan tidak ingin terlalu ambil pusing. Ia memilih untuk tetap fokus pada substansi pesan yang ingin disampaikan. "Mengenai tantangan ke depannya, saya tidak tahu bagaimana cara menanggapinya secara spesifik. Yang saya tahu, kita harus terus bersuara meskipun rintangan menghadang di depan mata," tegasnya dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Omara juga menyatakan bahwa dirinya tidak akan gentar menghadapi serangan dari para pembenci atau haters. Ia menolak untuk merasa kapok atau mundur hanya karena mendapat kritik negatif, selama hal yang ia perjuangkan berada di jalur yang benar.
"Jika bicara soal rasa kapok, menurut saya itu hanyalah sebuah tantangan atau turbulensi sesaat. Selama saya tahu bahwa saya berada di pihak yang benar, saya akan terus berusaha," tambah aktor yang juga dekat dengan Prilly Latuconsina ini.
Prinsip utama yang dipegang teguh oleh Omara adalah kepentingan kolektif. Ia menegaskan bahwa setiap suara yang ia keluarkan bukan untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu, melainkan demi kesejahteraan umum. Ia berharap melalui kesadaran kolektif, seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kehidupan yang lebih layak dan sejahtera.
"Yang kita perjuangkan adalah kepentingan bersama, agar semua orang bisa merasakan kebahagiaan, hidup sejahtera, dan memiliki kehidupan yang layak," tutupnya. Melalui sikap tegas ini, Omara Esteghlal membuktikan bahwa peran seorang selebritas bisa melampaui sekadar hiburan, yakni menjadi penyambung lidah bagi mereka yang suaranya seringkali terabaikan.






