Deteksinews.co.id – Dunia hiburan tanah air sempat diramaikan oleh pesona aktris berbakat, Cut Memey. Namun, kini nama tersebut sudah jarang terdengar dalam berbagai judul sinetron maupun film layar lebar. Keputusan besar telah diambil oleh mantan bintang layar kaca ini untuk menepi sejenak dari gemerlap lampu sorot dan memilih menjalani kehidupan yang jauh lebih bersahaja di negeri orang.
Setelah memutuskan untuk menikah dengan pria berkebangsaan asing, Paul Rowland, Cut Memey memilih untuk menetap di Kanada. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Menjalani kehidupan rumah tangga selama lebih dari 12 tahun di luar negeri telah memberikan warna baru dalam hidupnya. Ia kini lebih menikmati peran sebagai warga biasa dibandingkan harus terus-menerus berhadapan dengan tuntutan industri hiburan yang melelahkan.

Meski sudah lama tidak terlihat di layar kaca, Cut Memey baru-baru ini kembali menginjakkan kaki di Indonesia. Kedatangannya kali ini bukan untuk kembali mengejar karier di dunia akting, melainkan untuk urusan pribadi. Saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, ia menjelaskan bahwa kunjungannya ke tanah air adalah untuk mengisi waktu liburan sekaligus menghadiri sebuah agenda penting di Bandung.
"Kedatangan aku kali ini kebetulan liburan. Dan juga ada event di Bandung," ungkap Cut Memey saat berbincang dengan awak media pada Jumat (23/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia juga berbagi cerita mengenai bagaimana rasanya bertransformasi dari seorang selebritas menjadi masyarakat umum di Kanada. Menurutnya, ada ketenangan batin yang ia dapatkan ketika tidak lagi harus berurusan dengan hiruk pikuk dunia keartisan yang penuh dengan tekanan dan sorotan publik. Ia merasa lebih bisa menjadi diri sendiri dan hidup lebih membumi.
"Kehidupan di sana tuh lebih tenang. Jauh dari hiruk pikuk dunia keartisan. Jadi kembali lagi jadi orang biasa. Jadi lebih down to earth saja," tuturnya dengan nada yang menunjukkan kepuasan atas pilihannya.
Selain faktor ketenangan, Cut Memey juga menyoroti perbedaan budaya dan gaya hidup yang sangat kontras antara Indonesia dan Kanada. Salah satu hal yang paling ia rindukan dari kehidupan di Kanada adalah keteraturan lalu lintasnya. Ia mengaku sangat menikmati kondisi jalanan yang bebas dari kemacetan parah yang sering menjadi makanan sehari-hari warga Jakarta.
Tak hanya soal transportasi, ia juga sangat mengagumi kedisiplinan masyarakat setempat dalam hal manajemen waktu. Di Kanada, pertemuan tidak bisa dilakukan secara mendadak tanpa perencanaan yang matang. Hal ini berkaitan erat dengan budaya menghargai privasi yang sangat kuat di sana.
"Hal yang beda di sana itu nggak ada macet. Nggak ada macet yang pasti. Dan orang lebih menghargai waktu. Kalau kita mau ketemu, kita harus bikin janji dulu. Nggak bisa, eh ketemu saja sekarang," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap individu di sana memiliki jadwal dan kesibukan yang sangat padat, sehingga menghargai waktu orang lain adalah sebuah keharusan. Budaya menghormati privasi inilah yang membuat kehidupan sosial di sana terasa lebih teratur dan tenang bagi dirinya.






