Deteksi News – Dunia maya geger! YouTuber kondang, Nessie Judge, banjir kritikan pedas setelah memasang foto mendiang Junko Furuta sebagai dekorasi latar dalam video terbarunya. Foto tragis korban kekerasan seksual dan pembunuhan itu dianggap tidak pantas dan kurang berempati.
Nessie, yang dikenal dengan segmen #NERROR, awalnya mengunggah video spesial Halloween bersama NCT Dream. Namun, alih-alih fokus pada konten, warganet justru menyoroti bingkai foto Junko Furuta yang terpampang jelas dengan mata tertutup garis hitam.

Kasus Junko Furuta sendiri merupakan tragedi mengerikan yang terjadi di Jepang pada tahun 1989. Junko, seorang siswi SMA, diculik, disiksa, diperkosa, dan dibunuh secara brutal oleh empat remaja laki-laki selama 40 hari.
Sontak, penggunaan foto Junko Furuta sebagai dekorasi menuai kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk netizen Jepang, penggemar NCT Dream, dan warganet Indonesia.
Sebelumnya, Nessie sempat meminta maaf dan menjelaskan bahwa tujuannya memajang foto tersebut adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap kasus nyata. Namun, permintaan maaf tersebut dinilai belum cukup meredakan amarah publik.
Tak ingin berlarut-larut dalam kontroversi, Nessie Judge kembali menyampaikan permintaan maafnya melalui media sosial. "Saya mengambil waktu untuk merenung dan benar-benar memahami dampak dari kejadian ini. Saya menyadari bahwa permintaan maaf saya sebelumnya belum sepenuhnya menenangkan atau mewakili rasa sakit yang ditimbulkan," ungkap Nessie dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya.
"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang muncul di video saya baru-baru ini dan juga atas tanggapan saya setelahnya," lanjutnya dengan nada menyesal.
Nessie mengakui bahwa kesalahannya memajang foto Junko Furuta telah menyakiti hati banyak orang. "Ini terjadi karena kesalahan pengawasan dari saya. Menggunakan foto korban nyata dalam konteks seperti itu bukanlah cara yang tepat untuk menyoroti isu penting, yang terjadi justru menimbulkan lebih banyak rasa sakit daripada penghormatan," jelasnya.
YouTuber berusia 32 tahun itu menyadari bahwa dirinya kurang sensitif terhadap rasa sakit yang dirasakan oleh keluarga korban dan masyarakat luas. "Saya juga menyadari sekarang bahwa tanggapan saya sebelumnya kurang sensitif terhadap rasa sakit yang ditimbulkan dan untuk itu saya sangat menyesal," ucap Nessie sambil menunduk memohon maaf.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Nessie telah menghapus video yang memuat foto Junko Furuta. "Saya juga akan terus belajar agar bisa berkarya dengan lebih penuh empati, respect, dan pengertian. Kepada semua orang di Jepang, kepada keluarga korban dan kepada semua yang merasa kecewa di Indonesia. Saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus dari lubuk hati saya yang paling dalam," pungkasnya. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi Nessie dan para kreator konten lainnya untuk lebih berhati-hati dan sensitif dalam berkarya.






