Deteksi News – Aktris senior Mpok Atiek tengah diselimuti kebahagiaan. Di usia yang semakin matang, bintang film "Toko Barang Mantan" ini tak hanya fokus pada karir, tetapi juga mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah dunia. Mpok Atiek baru saja kembali ke kampung halamannya di Cigobang Wangi, Cirebon, Jawa Barat, bukan sekadar untuk melepas rindu, tetapi juga untuk mengawasi renovasi musala yang sangat berarti baginya.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Mpok Atiek memperlihatkan perkembangan renovasi musala milik mendiang ayahnya. Dengan penuh syukur, ia merasa terhormat dapat berkontribusi dalam proyek mulia ini. "Niat ini sudah ada sejak 2019, waktu itu Mpok mimpi meninggal. Dari situ Mpok punya rencana bikin musala. Kebetulan mau buat musala, sudah beli ada tanah, tapi belum ada rezeki bangun," ungkap Mpok Atiek saat ditemui di studio Rumpi: No Secret, Jakarta Selatan.

Musala yang sedang direnovasi ini memiliki nilai sentimental yang tinggi bagi Mpok Atiek. Bangunan tersebut merupakan peninggalan ayahnya, namun kondisinya sudah memprihatinkan, terutama bagian atapnya. Mpok Atiek pun berinisiatif untuk memperluas area musala dengan membeli sebagian tanah milik sepupunya. "Ini musala Papa, bangunannya kokoh cuma atapnya yang mau roboh. Ada tanah sepupu papa, sebagian tanah papa. Sepupunya minta dibayarin yang sebagian tanahnya daripada dijual ke orang lain, Mpok bayarin aja biar lebih besar lagi musala itu," jelasnya.
Di usianya yang kini menginjak 69 tahun, Mpok Atiek semakin menyadari bahwa waktu yang dimilikinya semakin terbatas. Oleh karena itu, ia bertekad untuk memperbanyak amalan dan berbuat kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak. "Karena kalau boleh jujur, sekarang Mpok udah 70 tahun istilah hidup tinggal berapa langkah lagi. Menurut Mpok udah harus berbuat baik, berbuat baik, sedekah, sedekah. Itu bekal Mpok pulang ke akhirat," tuturnya dengan tulus.
Pengalaman kurang menyenangkan sempat dialami Mpok Atiek saat bulan Ramadhan lalu. Ia harus dilarikan ke rumah sakit karena kadar gula darahnya melonjak drastis hingga mencapai angka 484. Akibatnya, ia harus menjalani perawatan intensif selama satu minggu. Mpok Atiek mengakui bahwa dirinya kesulitan menjaga pola makan dan minum saat menghadiri undangan buka puasa bersama.
"Singkat cerita bukber, bukber, kok oleng kayak mau jatuh, kepala pusing. Ajak asisten anterin mami ke rumah sakit pas di tes 484 gulanya. Di situ sudah dengar segala macam, kabel, oksigen, ditambah lagi ketakutannya dipanggil Allah. Di situ Mpok janji mau sedekah terus, berbuat baik terus. Usia udah 70 untuk bekal akhirat," pungkas Mpok Atiek. Kisah inspiratif Mpok Atiek ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berbuat baik dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah dunia.






